Syahrul Yasin Limpo Gagal Lolos ke Senayan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Partai Nasional Demokrat  Syahrul Yasin Limpo (kiri), Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Effendi Qhoiri dan Wasekjen bidang Advokasi Hukum Hermawi Taslim (kanan) menunjukan surat laporan saat konferensi pers terkait pernyataan Rizal Ramli di kantor DPP Nasdem, Jakarta, 11 September 2018. Rizal Ramli membuat pernyataan melalui media sosial bahwa Presiden Jokowi tak berani menegur dan menekan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dalam kaitan impor gula, garam, dan beras. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua DPP Partai Nasional Demokrat Syahrul Yasin Limpo (kiri), Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Effendi Qhoiri dan Wasekjen bidang Advokasi Hukum Hermawi Taslim (kanan) menunjukan surat laporan saat konferensi pers terkait pernyataan Rizal Ramli di kantor DPP Nasdem, Jakarta, 11 September 2018. Rizal Ramli membuat pernyataan melalui media sosial bahwa Presiden Jokowi tak berani menegur dan menekan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dalam kaitan impor gula, garam, dan beras. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo gagal lolos ke Senayan. Selain Syahrul, politikus Akbar Faizal juga tak bisa lagi berkantor di Gedung DPR. Hasil ini didapat setelah rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum atau KPU Sulawesi Selatan rampung.

    Baca juga: Video Viral Camat di Makassar, Syahrul Limpo: Untuk Happy-happy

    Syahrul dan Akbar merupakan politikus Partai NasDem. Keduanya bertarung di daerah pemilihan II Sulawesi Selatan yang meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare.

    Komisioner KPU Pangkep, Aminah memastikan Syahrul Yasin Limpo dan Akbar Faizal tidak lolos ke Senayan. Menurut dia, suara yang diperoleh keduanya masih kalah dari caleg dari partai lain. "Kalau nama-nama yang lolos saya tidak hafal," ungkap dia di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Ahad, 19 Mei 2019.

    Baca juga: Alasan Syahrul Yasin Limpo Belum Jawab Tawaran Gabung KSP

    Dalam Pemilu legislatif 2019, wilayah Sulawesi Selatan dibagi menjadi tiga daerah pemilihan.

    Berikut ini perolehan suara untuk kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan:

    Daerah Pemilihan I
    Dapil ini meliputi Kota Makasssar, Kabuten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar.

    Jumlah pemilih: 1.756.180 orang,

    Daftar caleg peraih suara terbanyak:

    1. Amir Uskara, PPP (91.970 suara)
    2. Hamza B Kady, Golkar (86.736)
    3. Azikin Solthan, Gerindra (74.997)
    4. Aliyah Mustika Ilham, Demokrat (61.800)
    5. Ashabul Kahfi, PAN (57.221)
    6. Ridwan Andi Wittiri, PDIP (48.724)
    7. Haruna, PKB (46.692)
    8. M Rapsel Ali, NasDem (43.359)

    Daerah Pemilihan II
    Dapil ini meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare.
    Jumlah Pemilih: 2.298.403

    Berikut ini daftar caleg peraih suara terbanyak:

    1. Andi Iwan Darmawan Aras, Gerindra (84.702 suara)
    2. Andi Rio Idris Padjalangi, Golkar (71.420)
    3. Akmal Pasluddin, PKS (66.340)
    4. Andi Yuliani Paris, PAN (56.723)
    5. Supriansa, Golkar (54.659)
    6. Hasnah Syam, NasDem (51.871)
    7. Syamsu Niang, PDIP (48.376)
    8. Muhammad Aras, PPP (39.853)
    9. Andi Muawiah Ramli, PKB (34.471)

    Sulsel Dapil III
    Dapil ini terdiri dari Kabupaten Toraja Utara, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.

    Jumlah pemilih: 1.788.817 orang

    Berikut ini daftar caleg peraih suara terbanyak:

    1. Rusdi Masse, NasDem (119.064 suara)
    2. Muhammad Fauzi, Golkar (63.076)
    3. Latinro Latunrung, Gerindra (51.187)
    4. Sarce Bandaso, PDIP (46.321)
    5. Muhammad Dhevy Bijak, Demokrat (45.790)
    6. Mitra Fachruddin, PAN (44.407)
    7. Eva Rataba, NasDem (44.245).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.