Situng KPU capai 88.66 Persen, Jokowi-Ma'ruf Unggul 11.7 Persen

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPU DKI Jakarta memindai dan mengunggah formulir C1 atau hasil perolehan suara melalui situng KPU RI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, 20 April 2017. TEMPO/Aghniadi

    Petugas KPU DKI Jakarta memindai dan mengunggah formulir C1 atau hasil perolehan suara melalui situng KPU RI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, 20 April 2017. TEMPO/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 75.036.548 suara atau 55,86 persen.

    Baca juga:Fadli Zon Kritik Putusan Bawaslu ke KPU Tanpa Disertai Sanksi

    Hal itu berdasarkan data Sistem Informasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (Situng KPU) RI, Sabtu dinihari sekitar pukul 00.15 WIB. Sementara, pasangan calon nomo urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 59.238.266 suara atau 44,14 persen.

    Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 15.747.282 atau 11,7 persen.
    Situng KPU RI pada pukul 00.15 WIB tersebut telah mencakup 713.003 TPS, atau 87,66 persen dari total 813350 tempat pemungutan suara (TPS).

    Hingga saat ini, dari 34 provinsi, lima provinsi telah menyelesaikan menyalin data Formulir C1 ke dalam Situng KPU, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Bali, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

    Dari kelima Provinsi tersebut, Jokowi unggul di empat provinsi yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Bali, Gorontalo, dan Sulawesi Bara. Sedangkan Prabowo-Sandi unggul di Bengkulu.

    Sementara itu, data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

    Data yang ditampilkan pada Situng KPU adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.

    Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan. Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.