Unggul Suara, Yorrys Raweyai Buka Peluang jadi Senator di DPD

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Jakarta Yorrys Raweyai  memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan silaturahim nasional rekonsiliasi antara dua kubu kepengurusan Partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 30 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Jakarta Yorrys Raweyai memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan silaturahim nasional rekonsiliasi antara dua kubu kepengurusan Partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 30 Oktober 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jayapura - Yorrys Raweyai berpeluang jadi senator atau DPD RI asal Proponsi Papua karena dalam pemilu legislatif 2019 meraup hampir satu juta suara.

    Baca juga: Yorrys Raweyai Akan Bentuk Relawan Pekerja Pemenangan jokowi

    Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dihimpun di Kota Jayapura, Kamis, 16/5, politikus senior yang dibesarkan Partai Golkar itu meraih pundi-pundi suara disejumlah kabupaten di Bumi Cenderawasih. Seperti di Kabupaten Merauke Yorrys (11.811 suara), Kabupaten Deiyai 1.808, di Kabupaten Boven Digoel 2.840 suara.

    Yorrys sebelumnya pada tercatat sebagai anggota DPR RI pada periode 2009-2014. Namun pada periode 2014-2019 politisi kelahiran Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen pada 1951 itu absen karena tidak meraih cukup suara dalam dapil Papua.

    Selain Yorrys, ada tiga nama lainnya yang berpeluang menjadi senator asal Papua yakni Otopianus P Tebay, Herlina Murib dan Pdt Ruben Uamang, yang meraup suara sekitar 200 – 40 ribu suara. Hal itu diketahui dalam rapat pleno pada 26 kabupaten yang digelar oleh KPU Papua di Grand Abe Hotel.

    Nancy salah satu saksi dari Yorrys Raweyai menyatakan raswa syukur atas perolehan suara Yorrys, namun belum bisa memberikan komentar lebih jauh. "Nanti kalau sudah diumumkan secara resmi, baru kami bisa berikan tanggapan. Tapi terkait hal ini, kami mengucap syukur kepada Tuhan," kata Nancy.

    Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay menyatakan belum bisa mengumumkan nama-nama yang lolos, karena rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara masih menyisakan satu kabupaten dan satu kota. "Inikan masih ada Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kota Jayapura. Nanti kalau sudah selesai baru bisa diumumkan. Kalau tidak salah untuk DPD RI dan DPR RI itu ranahnya KPU RI," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.