Menteri Lukman Hakim Saifuddin dan Hanif Dhakiri Gagal ke Senayan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, penuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Menteri Agama, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR RI, Romahurmuziy, dalam tindak pidana korupsi kasus suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama di pusat dan di daerah. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, penuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Menteri Agama, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR RI, Romahurmuziy, dalam tindak pidana korupsi kasus suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama di pusat dan di daerah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang mencalonkan diri jadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan  Jawa Barat VI meliputi Kota Depok dan Kota Bekasi diperkirakan gagal ke Senayan. Mereka kalah suara dengan calon anggota legislatif lainnya.

    “Keduanya tidak lolos,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Shobarna saat dihubungi, Kamis, 16 Mei 2019. Lukman maju melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Hanif mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 

    Baca: Pengembalian Uang Lukman Hakim Saifuddin Dilaporkan Sebagai Honor

    Berdasarkan hasil Pleno KPU Kota Bekasi dan Kota Depok, caleg yang berpeluang terbesar menjadi anggota DPR RI Dapil Jabar VI yakni Intan Fauzi (PAN), Mahfudz Abdurrahman (PKS), Nuroji (Gerindra), Sukur Nababan (PDIP), dan Wenny Haryanto (Golkar). Semuanya merupakan caleg inkumben.

    Satu kursi DPR RI diraih pendatang baru, Nur Azizah Tahmid (PKS). Nur Azizah ialah istri dari mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Untuk Dapil Jabar VI persaingan berlangsung ketat. Dari 96 caleg dari 16 parpol yang bertarung, hanya enam kursi DPR RI yang diperebutkan di dapil itu. Lukman Hakim Saifuddin tak dapat meraih kursi di wilayah itu.

    Untuk perolehan hasil suara Pilpres 2019, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno mengungguli pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Kota Depok, Jawa Barat. Paslon 02 menang dengan perolehan suara mencapai 57 persen. "Alhamdulillah, rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kota Depok sudah selesai dan berjalan dengan lancar," kata Nana. 

    Baca juga: KPK Tak Proses Laporan Gratifikasi Lukman Hakim Saifuddin

    Hasil pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara KPU Kota Depok, Jawa Barat, menyebutkan Prabowo - Sandiaga memperoleh 618.527 suara atau 57 persen dan Jokowi - Ma'ruf Amin dengan raihan 464.472 suara atau 43 persen.

    Nana mengatakan bahwa tingginya angka partisipasi pemilu ini karena peran serta seluruh elemen masyarakat. Meskipun tinggi, pelaksanaan pemilu juga berjalan lancar dan kondusif.Tingkat partisipasi masyarakat Kota Depok Jawa Barat dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak, 17 April 2019, mencapai 85,41 persen. "Kami bersyukur proses pemilu di Kota Depok berjalan transparan, demokratis, dan kondusif."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.