Prabowo Tolak Hasil Pemilu, Ketua DPR: Berdampak terhadap Pileg

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua Fadli Zon, Fahri Hamzah, Agus Hermanto dan Utut Adianto memimpin Rapat Paripurna DPR ke-16 masa sidang V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mempertanyakan sikap calon presiden Prabowo Subianto dan tim suksesnya menolak hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Bambang mengatakan penolakan itu akan berimbas terhadap hasil pemilihan legislatif (pileg) yang digelar serentak bersamaan dengan pemilihan presiden.

    "Kalau pemilu ini tidak diakui, konsekuensinya akan berdampak juga pada hasil pemilihan legislatif," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

    Baca juga: BPN 02 Paparkan Kecurangan Pemilu, Kubu Jokowi: Buka Aib Sendiri

    Bambang menilai partai-partai pengusung kedua pasangan calon di pilpres 2019 sudah mencapai hasil maksimal di pileg. Dia pun mempertanyakan apakah partai-partai pengusung menginginkan pemilu ulang, termasuk untuk pemilihan legislatif. "Apakah caleg-caleg mereka, kita semua, yang sudah berdarah-darah kemarin ingin mengulang lagi? Kan itu pertanyaannya."

    Kubu Prabowo menyatakan akan menolak hasil pemilu curang. Pernyataan itu disampaikan dalam simposium mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019. "Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan pemilihan, hasil penghitungan yang curang," kata Prabowo. Kubunya tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran, dan ketidakjujuran.

    Baca juga: Ma'ruf Sesalkan Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu ke Publik

    Tim teknis Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya. Di antaranya Kartu Keluarga di beberapa tempat dinilai manipulatif, jumlah pemilih tetap yang bermasalah, serta dugaan adanya tempat pemungutan suara (TPS) tuyul yang memenangkan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Ketua DPR mengingatkan bahwa sudah ada saluran resmi jika tak sepakat dengan hasil pemilu, yakni Mahkamah Konstitusi. Dia pun mengajak seluruh pihak untuk dewasa, yakni membawa perkara hasil pemilu ke MK dengan bukti-bukti. "Kalau hanya pembentukan opini, yang ada hanyalah menghasilkan kebisingan dan ketidaknyamanan masyarakat."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.