Hadang Gerakan People Power, Aktivis 98 Siap Kawal KPU

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis yang tergabung dalam Rembuk Nasional Aktivis 98 telah merancang aksi untuk menghadang gerakan people power yang menurut mereka inkonstitusional. "Tanggal 21 Mei 2019 kami akan menjawab gerakan people power yang inkonstitusional," kata Julianto Hendro Cahyono seorang anggota kelompok itu, Senin 13 Mei 2019.

    Baca juga: Ponpes Sunan Kalijaga: People Power di Bawaslu Rusak Ibadah Puasa

    Menurut Julianto, mereka akan menduduki gedung Komisi Pemilihan Umum untuk mengawal rekapitulasi akhir pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

    Julianto mengatakan bahwa gerakan ini bukanlah aksi tandingan bagi pihak yang berlawanan. "Yang pasti bukan tandingan, tapi kami mengawal demokrasi," kata dia.

    Julianto mengatakan demokrasi sudah semakin dewasa dan mereka menghargai 84% pemilih yang telah ikut serta dalam Pemilu serentak 2019. "Itu pencapaian luar biasa dari hak-hak rakyat yang memberikan dukungan atas apa yang diinginkan," kata Julianto.

    Menurut Julianto, pesta demokrasi pemilu 2019 pada 17 April 2019 yang lalu adalah gerakan people power. "84 persen itu benar-benar people power. Dalam artian, kekuatan signifikan yang menjawab dan memilih apa yang seharusnya mereka pilih dan itulah yang kami kawal," katanya.

    Dalam rangka memperingati 21 tahun reformasi, Julianto mengatakan, hasil pemilu harus dikawal. "Ini demokrasi yang kami cita-citakan sejak 98. Jangan sampai yang inkonstitusional kita biarkan saja," katanya.

    Baca juga: Soal People Power, Ma'ruf Amin: Kapan Kita Dewasa Berdemokrasi

    Julianto mengaku, ia yakin tak akan ada bentrok dengan massa yang menyebut people power. "Kami lebih damai karena kami menjaga dan mengawal. Kami berusaha gerakan 98 akan terus mengawal," kata Julianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.