Kemenkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Reporter

Ketua KPU Arief Budiman menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Umar Madi (Ketua KPPS TPS 68 Sukabumi Selatan) di Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Penyerahan santunan ini merupakan bentuk penghormatan KPU RI kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas saat pemungutan suara Pemilu 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah menemukan 13 jenis penyakit penyebab meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 14 provinsi.

Baca juga: Ketua KPPS Mencoba Bunuh Diri Karena Stres Salah Hitung Suara

Kementerian Kesehatan, dalam siaran persnya pada Minggu, 12 Mei 2019, menyebutkan 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain disebabkan 13 jenis penyakit itu, ada pula penyebab meninggalnya petugas KPPS karena kecelakaan. Sebelumnya Kemenkes melakukan investigasi atas kasus tersebut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan di 15 provinsi, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal berada di rentang usia 50-59 tahun.

Hingga hari ini, telah dilakukan investigasi penyebab kematian petugas pemilu di 14 provinsi. Hasilnya, diketahui jumlah korban meninggal di DKI Jakarta sebanyak 18 jiwa, Jawa Barat 93 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa, Kalimantan Tengah 3 jiwa, Kalimantan Timur 7 jiwa, Sulawesi Tenggara 1 jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara 2 jiwa. 

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan terkait dengan jadwal petugas KPPS tersebut perlu dilihat terlebih dahulu mengenai kepadatan tugas bersama KPU. "Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” kata dia.

Baca: Evaluasi Pemilu 2019: KPPS Kelelahan - Ambang Batas Parlemen

Ke depannya, kata dia, petugas pemilu yang dipekerjakan harus mempunyai kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan yang sehat, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, ruangan yang cukup luas. Sealin itum dia menyarankan, ritme kerja serta jam kerja diatur dengan baik, dan memberikan porsi istirahat yang cukup.

Catatan:
Berita ini telah diubah karena ada koreksi dari Kemenkes terkait data pada Selasa, 14 Mei 2019, pukul 15.57 WIB.






Update Covid-19 Per 4 Juli: Kasus Bertambah 1.434 Orang, Meninggal 9

1 hari lalu

Update Covid-19 Per 4 Juli: Kasus Bertambah 1.434 Orang, Meninggal 9

Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1.868 orang.


Budi Gunadi Ungkap Tren Berbeda Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Tanah Air

1 hari lalu

Budi Gunadi Ungkap Tren Berbeda Covid-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Tanah Air

Indonesia mengalami pelandaian kasus Omicron BA.4 dan BA.5. Puncak kasus biasanya terjadi kalau dominasi satu varian sudah tinggi.


Bareskrim Singgung Potensi Penyalahgunaan Bila Ada Legalisasi Ganja Medis

6 hari lalu

Bareskrim Singgung Potensi Penyalahgunaan Bila Ada Legalisasi Ganja Medis

Sejauh ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara di PBB yang menolak legalisasi ganja, termasuk ganja medis.


Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

10 hari lalu

Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

Berdasarkan data pemerintah hingga Sabtu, 25 Juni pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 1.831 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.


Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

10 hari lalu

Kemenkes Sebut Penambahan Kasus Covid-19 Tergolong Tinggi, Positivity Rate Masih Rendah

Kasus Covid-19 disebut masih terkendali. Angka positivity rate di bawah 5 persen.


Update Covid-19 Hari Ini: Kasus Positif 1.242, Meninggal 8 Orang

20 hari lalu

Update Covid-19 Hari Ini: Kasus Positif 1.242, Meninggal 8 Orang

Pasien meninggal akibat Covid-19 hari ini sebanyak 8 orang.


Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Variants of Concern di Eropa, Pakar: Waspada Lansia

21 hari lalu

Omicron BA.4 dan BA.5 Jadi Variants of Concern di Eropa, Pakar: Waspada Lansia

Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan akan menjadi dominan di Eropa dalam minggu-minggu mendatang.


Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia, Begini Ciri-ciri Gejalanya

22 hari lalu

Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia, Begini Ciri-ciri Gejalanya

Omicron BA.4 dan Omicron BA.5 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal 2022 dan sekarang menjadi varian dominan di sana.


Kemenkes Sebut 4 Orang Positif Terpapar Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

25 hari lalu

Kemenkes Sebut 4 Orang Positif Terpapar Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.


Kemenkes Sebut Melonjaknya Kasus Covid-19 karena Ditemukan Subvarian Baru

25 hari lalu

Kemenkes Sebut Melonjaknya Kasus Covid-19 karena Ditemukan Subvarian Baru

Kementerian Kesehatan merilis data yang memaparkan kembali naiknya kasus Covid-19 pasca-libur Lebaran 2022.