Meski Kalah, Timses Jokowi - Ma'ruf Janji Tetap Perhatikan Madura

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berlari menuju panggung saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. Konser Putih Bersatu menjadi puncak kampanye akbar pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara (Pemilu) serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang. ANTARA

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berlari menuju panggung saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. Konser Putih Bersatu menjadi puncak kampanye akbar pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara (Pemilu) serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi - Ma’ruf Jawa Timur, Machfud Arifin mengatakan Presiden Jokowi akan tetap memperhatikan Madura meski kalah telak dalam Pemilu 2019. “Madura pasti tetap diperhatikan Pak Jokowi, tarif tol jembatan Suramadu tetap gratis,” kata Machfud, Ahad, 12 Mei 2019.

    Perhatian terhadap Madura itu ditandai dengan syukuran kemenangan pasangan nomor urut 01 itu dengan menu ala Madura di Surabaya, Sabtu malam, 11, Mei 2019. “Kami syukuran dengan hidangan ala Madura, ada sate Madura dan lain-lain.”

    Baca: Rekapitulasi Nasional, Jokowi Unggul Tipis di Gorontalo

    Menurut mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur itu, Jokowi - Ma’ruf  hanya unggul di Kabupaten Bangkalan dari empat kabupaten di Madura. Sejak 2014 Madura memang basis Prabowo. Namun, meski gagal mengambilalih Sampang, Pamekasan dan Sumenep dari Prabowo, Machfud tetap berterimakasih atas partisipasi warga dalam pemilu. 

    Menurut Machfud ada sejumlah kecurangan di tiga kabupaten itu terhadap Jokowi - Ma’ruf, namun pihaknya tak memperpanjang masalah.

    Di Jawa Timur Jokowi - Ma’ruf hanya kalah di enam kabupaten, yakni Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bondowoso, Situbondo dan Pacitan. Namun jumlah kabupaten/kota pendukung Jokowi, ujar Machfud, sejatinya meningkat karena pada pemilu presiden 2014, Jokowi kalah di 14 kabupaten/kota. Itu pun, di Situbondo selisih suara Jokowi dengan Prabowo hanya sekitar seribuan. “Jadi makin menyusut dibanding 2014,” kata Mahfud.

    Baca: Prabowo Unggul di Kota Bandung Setelah Disahkan KPU Jawa Barat

    Machfud menuturkan dari hasil rekapitulasi suara pemilu tingkat provinsi,  selisih antara Jokowi - Ma’ruf dan Prabowo - Sandiaga 7,7 juta suara. Dengan jumlah itu, menurutnya, secara nasional Jawa Timur menyumbangkan 51 persen suara pada Jokowi - Ma’ruf.

    Pada rekapitulasi suara yang disahkan KPU Jawa Timur pada Sabtu pagi, 11 Mei 2019, Jokowi - Ma'ruf mencatat kemenangan 65,7 persen (16.231.668) atau selisih 7,7 juta suara dari Prabowo - Sandiaga yang memperoleh 34,3 persen (8.441.247). Rekapitulasi sempat molor karena banyaknya protes terhadap hasil pemilu legislatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.