Polda Jawa Barat Usut Penyebar Hoaks Petugas KPPS Tewas Diracun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas KPPS bernama Sita Fitriati asal Bandung dikabarkan meninggal dunia karena diracun. Informasi ini adalah kabar bohong.

    Seorang petugas KPPS bernama Sita Fitriati asal Bandung dikabarkan meninggal dunia karena diracun. Informasi ini adalah kabar bohong.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah mengusut kabar bohong atau hoaks tentang adanya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Bandung yang dikabarkan meninggal karena diracun. Isu tewasnya petugas KPPS itu ramai diperbincangkan di media sosial.

    "Sedang diusut, kebetulan sudah ada laporannya juga," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko melalui pesan teks, Ahad, 12 Mei 2019.

    Baca: Kemenkes Sudah Investigasi Penyebab Petugas ...

    Laporan datang langsung dari keluarga petugas KPPS. Sebelumnya keluarga itu juga sudah menyatakan bahwa kabar beredar tersebut adalah hoaks. "Keluarga korban melaporkan ke Polrestabes Bandung," kata Trunoyudo.

    Awalnya, pemilik akun Facebook bernama Doddy Fajar dan akun Twitter PEJUANG PADI @5thsekali mengunggah kabar bahwa petugas KPPS bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracun. Dalam keterangannya, dalam tubuh Sita ditemukan zat kimia yang mengandung racun yang berbahaya.

    Baca: Jumlah Petugas KPPS Meninggal Bertambah ... 

    Menurut Trunoyudo, penyidik telah mengidentifikasi dua akun penyebar hoaks itu.

    Ia mengingatkan masyarakat agar tak mudah percaya pada informasi yang beredar dan meminta untuk memeriksa terlebih dulu setiap kali menerima informasi. Masyarakat harus agar bijak menerima informasi di media sosial maupun aplikasi telekomunikasi lainnya. “Lakukan cek silang dan tabayun terlebih dahulu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.