Pemilu 2019 Damai, Perdana Menteri Australia Beri Selamat Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: Tracey Nearmy/Getty Images/aljazeera.com

    TEMPO.CO, Jakarta Presiden Joko Widodo kembali menerima ucapan selamat dari para pemimpin negara sahabat atas terselenggaranya Pemilu 2019 yang damai dan demokratis. Kali ini, ucapan datang dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

    Melalui sambungan telepon, Presiden Jokowi menerima ucapan selamat tersebut pada Minggu siang, 5 Mei 2019, sekitar pukul 14.00 WIB, di Istana Bogor.

    Baca: Pemilu Dinilai Sukses, PM Theresa May Ucapkan Selamat pada Jokowi

    "Dalam pembicaraannya, Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih dan mengatakan bahwa Pemilu serentak tahun 2019 di Indonesia berjalan aman, lancar dan demokratis," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran tertulisnya.

    Bey menuturkan kedua pemimpin negara juga sepakat akan terus meningkatkan kerja sama dan hubungan baik antara dua negara tetangga dekat tersebut.

    Sehari sebelumnya, Jokowi juga menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dilakukan serentak.

    Simak: Spanduk Ucapan Selamat untuk Prabowo dan Jokowi di Jakarta Timur

    Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah Kerajaan Inggris dalam proses pelaksanaan Pemilu bagi WNI di London.

    Di akhir pembicaraannya, Jokowi dan Theresa May sepakat akan terus meningkatkan kerja sama sebagai tanda peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.