Kata Partai Demokrat Soal Koalisi Prabowo sedang Dipecah-belah

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Arief. TEMPO/Prima Mulia

    Andi Arief. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat tak merasa akan dipecah belah dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno oleh kubu pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan partainya selalu memiliki dasar analisis dan fakta rasional dalam mengambil sikap politik.

    Berita terkait: AHY Bertemu Jokowi, Sandiaga Bicara Pecah Belah Koalisi

    "Mana mungkin ada yang bisa memengaruhi Partai Demokrat untuk melakukan kesalahan?" kata Andi kepada Tempo, Ahad, 5 Mei 2019.

    Anggapan ihwal pecah belah koalisi ini sebelumnya disampaikan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak setelah pertemuan Presiden Jokowi dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pada Kamis, 2 Mei lalu. Dahnil meyakini kedatangan AHY ke Istana Negara sebagai bentuk etika memenuhi undangan.

    Dahnil juga mengatakan percaya koalisi Prabowo-Sandiaga yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat tetap solid. Kendati, menurutnya Jokowi dan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf berupaya memecah-belah mereka.

    "Meski TKN dan Pak Jokowi berusaha dengan sangat sungguh-sungguh untuk memecah belah, insya Allah semua anggota koalisi tidak goyah dengan upaya itu," kata Dahnil melalui pesan singkat pada Kamis malam, 2 Mei 2019.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyampaikan hal senada. Dia menyesalkan manuver kubu Jokowi yang terang-terangan berusaha menggaet Demokrat dengan mengundang AHY.

    "Pemilu belum sebulan, kok, sudah syahwat kekuasaan. Memecah belah, kok banyak sekali," kata Sandiaga di rumahnya, Jalan Jenggala II, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Mei 2019.

    Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Harian TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, mengakui undangan itu upaya untuk merangkul Demokrat. Namun, Andi Arief mengklaim terlepas dari apa pun motif kubu Jokowi, Demokrat selalu memiliki alasan rasional untuk memenuhi undangan itu dan mengambil posisi ke depan.

    Andi juga mengatakan partainya berhak menjalin komunikasi politik dengan Jokowi. Menurut dia, pertemuan AHY dan Jokowi tidak menyalahi prinsip koalisi. "Komunikasi politik AHY dengan Pak Jokowi tidak keluar dari prinsip-prinsip koalisi. AHY tidak melakukan deal-deal politik," ujarnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.