Minggu, 22 September 2019

Situng KPU: PDIP-Golkar-Gerindra Sementara Tiga Besar Pileg

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemilu. ANTARA

    Ilustrasi Pemilu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, dan Gerindra menduduki posisi tiga besar perolehan suara sedangkan dalam Pemilu Legislatif atau Pileg DPR RI yang diunggah KPU melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), Kamis, 2 Mei 2019, pukul 10.45. PDIP memperoleh 19,34 persen, Golkar 13,64 persen dan Gerindra 11,9 persen dari penghitungan suara yang berasal dari 26,72 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    Menyusul di bawah ketiganya adalah Partai Nasdem 10 persen, Demokrat 8,27 persen, PKB 7,88 persen, PKS 7,37 persen, PAN 6,99 persen, PPP 4,18 persen.

    Baca: Metode Penghitungan Suara Pileg 2019 Berbeda dengan Sebelumnya

    Tujuh partai lainnya memeroleh suara di bawah 4 persen, atau belum memenuhi ambang batas parlemen, yakni Garuda, Berkarya, Perindo, PSI, Hanura, PBB dan PKPI.

    Dalam disclaimer Situng, KPU menyatakan bahwa data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS. Sehingga jika terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.

    Baca: Pemilu 2019, Hitung Cepat Sebut 9 Partai Ini Lolos Parlemen

    Jika ada perbedaan antara data entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dikoreksi datanya sesuai yang tertulis di Salinan Formulir C1.

    Data yang ditampilkan di Situng bukan hasil resmi penghitungan perolehan suara pileg. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe