KPU Temukan Kesalahan Input di 142 Lokasi dari Total 813.350 TPS

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemilu. ANTARA

    Ilustrasi pemilu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum menyebutkan terjadi kesalahan input dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dari 142 tempat pemungutan suara (TPS). Komisioner KPU, Ilham Saputra mengatakan bahwa data itu diambil Sabtu 27 April, pukul 17.00. "Nanti akan ada update lagi." Ilham menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Senin, 29 April 2019.

    Menurut Ilham, kesalahan entri data diketahui melalui laporan masyarakat dan monitoring KPU. Ia mengatakan bahwa temuan kesalahan dari laporan masyarakat sebanyak 38 TPS. "Temuan hasil monitoring yakni 104 TPS."

    Baca: Hitung Manual KPU 49,91 Persen: Jokowi Unggul 9,4 Juta Suara

    Tindak lanjutnya, kata dia, sudah dilakukan perbaikan di 87 TPS. "55 TPS masih dalam proses perbaikan.”

    Temuan kesalahan paling banyak terdapat di Jawa Barat yakni 19 TPS. Salah satunya terbanyak terdapat di Kota Depok yaitu di sembilan TPS. Untuk DKI Jakarta terjadi kesalahan input di tujuh TPS. Untuk Pemilu 2019 terdapat 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

    Baca: SItung KPU, Selisih Jokowi dan Prabowo 7,8 Juta ... 

    Sebelumnya, ketika melakukan verifikasi kesalahan input dalam Situng KPU, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD  menemukan kesalahan input data suara di 101 tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak menguntungkan hanya salah satu pasangan calon presiden. Menurut Mahfud, kedua pasang calon capres sama-sama mendapat keuntungan dan kerugian akibat kesalahan input itu.  

    KPU, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu memiliki data yang menguntungkan paslon 01 dan yang menguntungkan paslon 02. “Yang mana yang merugikan, mana yang menguntungkan itu juga sudah ada," ujar Mahfud yang datang ke KPU bersama guru besar ilmu statistik Institut Pertanian Bogor, Asep Saefuddin, dan Putri Gusdur, Alissa Wahid, Rabu, 24 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.