TKN Bandingkan Real Count Jokowi dengan Kubu Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/Umarul Faruq

    Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 20 April 2019. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Lukman Edy, membandingkan real count temuan mereka dengan real count milik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Menurut Lukman, ada beberapa kekeliruan pada data BPN yang diumbar ke publik.

    Baca juga: Real Count Sementara KPU: Jokowi 54,87 dan Prabowo 45,13 Persen

    Lukman memaparkan, kekeliruan ini ada di hasil real count versi BPN di Provinsi Riau. Lukman mengakui memang Jokowi - Ma’ruf kalah di provinsi tersebut, namun ia tak sepakat dengan persentase perolehan suara versi BPN.

    “Pertama di Riau, di Riau ini memang 01 kalah, kami akui. Tapi tidak sebesar yang dinyatakan oleh Pak Prabowo,” tutur Lukman, di Media Center Jokowi - Ma’ruf, Selasa 23 April 2019.

    Lukman menunjukkan real count milik TKN perolehan angka di Riau adalah Jokowi - Ma’ruf 39 persen, dan 61 persen Prabowo - Sandiaga. Sedangkan BPN, kata dia, jauh di atas itu. Ia menuding, BPN mendapat angka itu karena hanya mengambil 145 dari 17 ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    Ia mengatakan hasil real count TKN di Riau, sama dengan hasil real count milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan hitung cepat atau quick count milik lembaga-lembaga survei.

    “(Real count KPU) 01 41 persen, beda dua persen (dengan hasil TKN). Kemudian 02, 58 persen, dan juga hampir sama dengan lembaga-lembaga survei lainnya,” tuturnya.

    Lain halnya dengan perolehan di Bangka Belitung. Menurut Lukman, BPN mengklaim kemenangan, Prabowo - Sandiaga 60 persen, dan 39 persen Jokowi - Ma’ruf. Ia sebut hal ini keliru, karena di provinsi tersebut menurut hasil real count TKN, paslon jagoannya menang 64 persen banding 35 persen.

    Baca juga: KPU Akui Ada Kesalahan Entri Data Real Count, Bukan Diretas

    Lukman kembali menuding, BPN mendapatkan angka tersebut karena hanya mengambil dari 2 TPS saja. “Dia menyatakan menang 60 persen, dari 3.800 TPS. Jadi bagaimana mungkin 2 TPS mengklaim menang,” tuturnya.

    Angka suara masuk di real count milik TKN ia klaim, sudah 30 persen. Sehingga ia yakin sudah stabil, dan dapat dipublikasikan. “Jadi di real count kami hingga hari ini tadi sudah masuk sekitar 30 persen dan kami anggap sudah stabil,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.