Penyebab Kekalahan Jokowi di Sumatera Barat Menurut Pengamat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi di depan pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Dalam acara ini, Sandiaga Uno tidak hadir karena sedang sakit. TEMPO/Melgi Anggia

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berorasi di depan pendukungnya dalam acara Syukur Kemenangan Indonesia di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. Dalam acara ini, Sandiaga Uno tidak hadir karena sedang sakit. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Padang- Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal berpendapat kekalahan calon presiden Jokowi pada pemilu presiden 2019 di Sumatera Barat disebabkan sejumlah faktor mulai dari ideologi, sosiologis, kultural hingga psikologis. "Semua faktor saling terkait sehingga membentuk perilaku kolektif masyarakat dalam memilih," kata dia di Padang, Selasa, 23 April 2019.

    Menurut dia meski pasangan Jokowi - Ma’ruf Amin didukung 12 kepala daerah di Sumatera Barat melalui deklarasi terbuka, ternyata strategi itu keliru. Bukannya suara semakin bertambah, malah lebih turun dibanding pilpres 2014. “Strategi yang dipakai untuk memenangkan Jokowi oleh tim sukses di Sumbar tidak menjawab persoalan.”

    Baca: Kubu Prabowo Sebut Banyak Indikasi Kecurangan Pemilu 2019

    Mengenai ideologi, sejak awal PDIP selaku partai pengusung Jokowi sulit mendapat tempat di hati masyarakat Minang. Suara Jokowi dominan di Dharmasraya yang notabene dihuni oleh transmigran dari Pulau Jawa. Secara psikologis ia melihat ada yang memandang Prabowo - Sandiaga adalah pilihan yang hebat dan rasional.

    Gejala perilaku memilih seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, pada negara maju seperti Amerika Serikat pun juga terjadi. “Bukan semata soal rasional dan tidak rasional,” ujar dia. Maraknya penggunaan media sosial juga ikut andil membuat masyarakat lebih memilih Prabowo.

    Baca: Prabowo Jaya di Beberapa Wilayah, Ini Kunci ...

    Sebanyak 12 kepala daerah di Sumatera Barat mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin saat kampanye tim Jokowi - Ma'ruf di Danau Cimpago, Padang, 9 April 2019. Mereka adalah Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan Bupati Solok Gusmal. Juga Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wali Kota Solok Irzal, dan Wali Kota Pariaman Genius Umar.

    Berdasarkan hasil hitung cepat Charta Politika pasangan Jokowi - Ma’ruf Amin hanya memperoleh 12,37 persen suara dikalahkan oleh Prabowo - Sandiaga yang meraih 87,63 persen suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.