Said Aqil Siraj: Pemilu Indonesia Sukses, Dibanding Negara Lain

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Said Aqil Siraj. TEMPO/Novi Kartika

    Said Aqil Siraj. TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj bersyukur atas keberhasilan dan kesuksesan pemilihan legislatif serta presiden, di Indonesia yang berjalan aman dan damai. Dibandingkan negara lain, kata dia, setiap kali pemilu selalu memakan banyak korban.

    Baca juga: Petugas KPPS Banyak Meninggal, KPU: Tugas Mereka Banyak dan Berat

    “Alhamdulillah, bangsa Indonesia telah berhasil sukses telah sukses mengadakan pileg dan pilpres, dengan aman dan damai. Kita bandingkan dengan negara lain, setiap pemilu pasti banyak korban,” ujar Said Aqil di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senin 22 April 2019.

    Said Aqil mengatakan, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia telah mampu menunjukkan ke dunia internasional, bahwa mereka telah dapat membangun peradaban dengan sistem demokrasi yang baik. Sehingga tak banyak kasus yang mencuat dalam pemilu kemarin.

    Meski demikian Said Aqil tak lupa dengan banyaknya petugas-petugas KPPS yang telah meninggal dunia baik saat bertugas maupun pasca pemunutan suara. Kepada mereka Said Aqil mendoakan agar Allah SWT menerima amalnya. “Mudah-mudahan amal mereka diterima Allah serta diampuni kekhilafan dan dosanya,” tuturnya.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan sebanyak 54 petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang meninggal dunia saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Angka itu berdasarkan data yang dikumpulkan KPU hingga 21 April 2019.

    "(Ada) 86 petugas yang mengalami musibah (yang) meninggal 54 (orang) dan sakit 32 orang," kata Komisioner KPU Viryan Aziz di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.

    Baca: Petugas KPPS Banyak Meninggal, KPU: Tugas Mereka Banyak dan Berat

    Viryan mengatakan penyebab petugas yang meninggal dunia dan sakit itu karena kelelahan, serta sebagian lainnya mengalami kecelakaan. Dia mengharapkan para petugas KPPS lainnya menjaga stamina karena proses rekapitulasi secara nasional masih terus berlangsung. "Sedih sekali melihat teman-teman kami berguguran. Mereka pahlawan Pemilu Indonesia 2019.”

    Selain itu ada juga pandnagan soal honor petugas KPPS Pemilu 2019 yang dinilai kurang memadai. Honor petugas adalah Rp 550 ribu untuk ketua KPPS, Rp 500 ribu anggota KPPS, dan petugas Linmas RP 400 ribu.

    FIKRI ARIGI | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.