Hanura Terancam Gagal ke DPR, Wiranto: Ada Perjuangan yang Salah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setelah mundur dari jabatan menteri, Wiranto masuk ke dalam dunia politik. Ia pernah maju sebagai calon presiden bersama  Salahuddin Wahid (2004) dan Jusuf Kalla (2009). Saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada reshuffle Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    Setelah mundur dari jabatan menteri, Wiranto masuk ke dalam dunia politik. Ia pernah maju sebagai calon presiden bersama Salahuddin Wahid (2004) dan Jusuf Kalla (2009). Saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada reshuffle Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, mengatakan ada yang salah dari partainya sehingga terancam tidak lolos ke parlemen melalui Pemilu 2019. "Kalau dulu lolos sekarang tidak lolos berarti perjuangannya ada yang salah,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 22 April 2019.

    Alasannya, pada dua pemilu sebelumnya partai ini berhasil menempatkan wakilnya di Senayan. “Ada yang kurang, jadi tinggal diintrospeksi lagi."

    Baca: Kata Survei, Parpol Ini Tak ke Senayan karena Elektabilitasnya

    Memperkirakan strategi yang diterapkan partainya dalam menghadapi Pemilu kali ini kurang tepat, Wiranto menganggap masalah hal biasa saja dan bisa dialami oleh partai-partai lain. "Kalah menang itu masalah biasa. Ada kalanya Hanura masuk dalam konstelasi politik nasional, ada kalanya tersisih.

    Wiranto meminta pengurus pusat partainya melakukan evaluasi guna mencari tahu penyebab kegagalan partainya. "Dari sana akan menemukan hal-hal yang kira-kira menghambat partai ini untuk bisa lolos. Apa yang kurang, dan sebagainya."

    Baca: Perludem: Sebagian Caleg Enggan Buka Profil Data Diri

    Hitung cepat sejumlah lembaga survei menyatakan Partai Hanura mendapat suara kurang dari 4 persen dalam Pemilu 2019. Berdasarkan laporan lembaga Indikator Politik Indonesia, Hanura hanya meraih 1,74 persen. Sedangkan menurut Indo Barometer, Hanura mendapat 1,64 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.