Suara Partai Melejit, Presiden PKS: Ini Bukan Single Factor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, menggunakan hak pilihnya di TPS 245, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, 17 April 2019. Foto: Humas PKS

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, menggunakan hak pilihnya di TPS 245, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, 17 April 2019. Foto: Humas PKS

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara Partai Keadilan Sejahtera atau PKS dalam hitung cepat atau quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei melejit. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan tidak tahu pasti faktor apa yang melatarbelakanginya. Pun apakah hal tersebut terpengaruh dari coat tail effect atau efek ekor jas, atau tidak.

    Baca juga: Pengamat Sebut Dua Faktor Ini yang Mendongkrak Suara PKS

    “Saya kira ya kalau masalah sebab-sebabnya silakan saja para pakar menganalisis,” kata Sohibul seusai menjenguk Sandiaga di Pulombangkeng, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat 19 April 2019.

    Sohibul mengatakan perlu pengkajian ulang terhadap coat tail effect. Pasalnya ia menilai, pada Pemilu kali ini, suara partai-partai pengusung calon presiden, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra, cenderung stagnan.

    “Kenapa kok coat tail effect ini baik di kubu sini atau di kubu sana itu seperti tidak bekerja. Karena PDIP pun bisa dikatakan stagnan juga. Gerindra juga stagnan, saya kira ini jadi kajian,” tuturnya.

    Ia sendiri tak yakin apakah melejitnya suara PKS adalah berkat bergabung dalam Koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo atau tidak. Menurutnya untuk mengetahui hal tersebut tidak bisa dilihat dari satu atau dua faktor saja.

    Meski demikian ia berterima kasih dengan tampilnya Sandiaga dalam video iklan mereka. Ia mengakui itu juga bisa jadi faktor pendorong. Tapi di luar itu juga ada faktor lain yang ia sebut membantu, yakni dukungan dari ulama, dan program-program mereka. “Jadi ini bukan single factor ya,” ucap Sohibul.

    Baca juga: Yakin Menang Pemilu, PKS: Satu-satunya Partai Islam di Prabowo

    Menurut lembaga survei Indikator, PKS mendapatkan 8,18 persen. Sedangkan Indo Barometer mencatat PKS mendapat 9,66 persen. Lainnya, Charta Politika menyebut PKS mendapatkan angka 8,89 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.