Pencoblosan Pemilu 2019 di Papua Tertunda, KPU Ungkap Kendalanya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara pada Pemilu 2019 di wilayah Papua. Sejumlah wilayah di wilayah paling timur Indonesia itu belum bisa melaksanakan pemilu pada Rabu, 17 April 2019.

    Baca juga: KPU Sebut Partisipasi Pemilu 2019 Capai 77,5 Persen

    Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan masalah utama pemilu di Papua adalah proses pendistribusian logistik. "Kendala teknisnya banyak. Di sana mau kirim logistik pakai helikopter. Jangan bayangkan di Papua itu kayak di Jakarta," kata Pramono di Hotel Ritz Carlton, Rabu malam.

    Menurut dia, pendistribusian logistik dari kabupaten ke kecamatan banyak sekali kendalanya, karena kondisi geografis Papua. KPU, kata dia, sudah mengantisipasi dengan lebih awal mengirim logistik ke Papua, dibandingkan wilayah lainnya.

    Bahkan, pengiriman logistik di Papua juga dibantu personel TNI dan Polri. "Polda membantu menyediakan helikopter juga. Tapi ada hal-hal yang tidak diantisipasi begitu," ujarnya. "Beberapa hari ke depan masalah sudah bisa terselesaikan."

    Gubernur Papua Lukas Enembe menunda melakukan pencoblosan karena kecewa logistik belum lengkap. Ia mengatakan logistik di hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum sampai.

    Komisioner KPU Ilham Saputra menyampaikan soal kelambatan itu akan dicek agar bisa ditentukan letak kesalahannya.Kalau berdasar standart operating prosedur (SOP), Papua menjadi daerah pertama yang mendapatkan distribusi logistik.

    "Kami juga akan membuat investigasi soal apa yang terjadi di kota Jayapura. Di kota Jayapura kan, di ada dua distrik, tetapi kalo tidak salah sudah direkomendasi untuk besok," ujar Ilham.

    Menurut dia, hasil investigasi yang menjadi landasan untuk menindaklanjuti persoalan di Papua. "Dan bagaimana kemudian Bawaslu melihat kasus ini."

    Dari Papua dikabarkan, bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua merekomendasikan KPU kota setempat melakukan pemilu susulan di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan. Sedangkan, "Di Kampung Enggros yang juga masuk Distrik Abepura, sudah melaksanakan pemungutan suara," kata Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Frans Rumsarwir di Jayapura, Rabu.

    Kemudian, kata Frans, di Distrik Jayapura Selatan juga akan dilaksanakan pemilu susulan, kecuali di Kampung Tobati dan Kayu Pulau yang sudah berhasil dilaksanakan.  "KPU Kota Jayapura harus melanjutkan pemilu," kata dia.

    Dia mendapat mendapat informasi dari pengawas di tingkat distrik dan juga pengawas kelurahan kampung bahwa logistik pemilu sudah sampai ke kelurahan dan kampung. "Besok pagi sekitar pukul 04.00 WIT logistik akan disalurkan ke masing-masing TPS," kata dia.

    Frans berharap distribusi dapat dilakukan lebih awal agar bisa sampai di TPS juga lebih awal. “Dengan demikian pelaksanaan pemungutan suara bisa tepat waktu.”

    Baca berita Pemilu 2019 lainnya di Tempo.co

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.