KPU Sebut Partisipasi Pemilu 2019 Capai 77,5 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPU Arief Budiman (kanan) dan Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) saat menyampaikan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu tahun 2019 di kantor KPU, Jakarta, 12 April 2019. KPU bersama dengan KPK mengumumkan total harta kekayaan yang telah dilaporkan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo sebesar Rp 50,2 miliar dan Ma'ruf Amin sebesar Rp 11,6 miliar sedangkan Pasanga Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebesar Rp 1,9 Triliun dan Sandiaga Uno sebesar Rp 5,09 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPU Arief Budiman (kanan) dan Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) saat menyampaikan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu tahun 2019 di kantor KPU, Jakarta, 12 April 2019. KPU bersama dengan KPK mengumumkan total harta kekayaan yang telah dilaporkan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo sebesar Rp 50,2 miliar dan Ma'ruf Amin sebesar Rp 11,6 miliar sedangkan Pasanga Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebesar Rp 1,9 Triliun dan Sandiaga Uno sebesar Rp 5,09 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman melihat antusiasme masyarakat untuk mengikuti Pemilu 2019 cukup tinggi. Hal itu terlihat dari partisipasi masyarakat yang cukup tinggi hari ini.

    Baca juga: Alasan 2.249 TPS Tak Bisa Lakukan Pemungutan Suara di Pemilu 2019

    Arief mengatakan partisipasi di dalam negeri mencapai 77,5 persen. Sedangkan, di luar negeri mencapai 65 persen dari laporan yang masuk pada pukul 23.00, Rabu, 17 April 2019.

    "Pemilih di luar negeri ini baru berasal dari 67 PPLN (panitia pemilihan luar negeri) dari total 130 PPLN yang kami bentuk untuk menjalankan pemilu di luar negeri," kata Arief di Hotel Ritz Carlton.

    KPU, kata dia, juga telah menerima hasil scan formulir C1 dari dalam negeri sebanyak 14.567 formulir. Sedangkan, untuk scan formulir C1 dari luar negeri baru mencapai 49 persen. "Sekarang di sistem kami yang masuk baru 1,7 persen data scanning C1," ujarnya. "Jumlahnya akan terus bertambah."

    Selain itu, beberapa hambatan terjadi dalam proses perhitungan suara.Salah satu kejadian yang menjadi kendala dalam proses pemungutan dan perhitungan suara terjadi di beberapa wilayah, seperti banjir dan puting beliung.

    "Kejadian ini menyebabkan terganggunya pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara. Tapi ada juga yang tidak sampai mengganggu proses," ucapnya.

    Baca berita Pemilu 2019 lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.