Kampanye di Tempat Ibadah, Caleg Gerindra Ditetapkan Tersangka

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat daftar nama calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi melalui website Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. KPU akhirnya mempublikasikan daftar nama 49 calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi. TEMPO/Subekti.

    Warga melihat daftar nama calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi melalui website Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. KPU akhirnya mempublikasikan daftar nama 49 calon anggota legislatif Pemilu 2019 yang berstatus mantan terpidana korupsi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Sukoharjo-Calon legislator (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemilu karena berkampanye di tempat ibadah serta terdapat unsur politik uang.

    Divisi Hukum, Data dan Invormasi Badan Pengawas Pemilu Sukoharjo Muladi Wibowo mengatakan kasus itu bermula dari laporan masyarakat. "Ada caleg yang melakukan kampanye di sebuah tempat ibadah yang berada di daerah Kartasura," katanya, Selasa, 16 April 2019.

    Baca: Anggota DPR Fraksi Gerindra Paling Tidak Patuh Lapor LHKPN ke KPK

    Menurutnya NR  membagikan kalender berisi muatan kampanye serta simulasi pencoblosan. NR juga memberikan uang senilai Rp 300 ribu. "Uang itu diberikan untuk kas komunitas yang hadir dalam acara tersebut," tutur Muladi.

    Kasus itu terjadi pada Maret lalu. Bawaslu kemudian mendalami dugaan pelanggaran hingga disimpulkan memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Berdasarkan hasil pembahasan di posko Sentra Penegakan Hukum Terpadu, kasus itu selanjutnya dilimpahkan ke Kepolisian Resor Sukoharjo.

    Namun Muladi mengakui bahwa masih terdapat sedikit kendala dalam penanganan kasus caleg perempuan itu. Sebab, polisi masih belum bisa memeriksa yang bersangkutan. "Sebab baru saja melahirkan," katanya.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukoharjo Ajun Komisaris Rifeld Contantien Baba mengatakan bahwa NR memang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hanya saja dia masih belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut. "Berkasnya masih di penyidik," katanya.

    Simak: LSI Denny JA: Pengaruh Caleg Tentukan Posisi Partai Politik

    Sedangkan pihak Kejaksaan Negeri Sukoharjo juga masih menunggu pelimpahan berkas dari kepolisian. Kejaksaan baru mendapat tembusan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)dari kepolisian. "Kami masih menunggu," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Sukoharjo Rochmadi.

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno mengaku telah menerima kabar tersebut. Ia siap memberikan advokasi kepada caleg NR."Tapi kami belum konfirmasi kepada yang bersangkutan," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.