Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Susulan di Sydney

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengadakan konferensi pers di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengadakan konferensi pers di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019. TEMPO/IRSYAN HASYIM

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu merekomendasikan Panitia Pemunggutan Luar Negeri (PPLN) Sydney untuk melakukan pemungutan suara susulan di TPS bagi pemilih yang sudah mendaftarkan dirinya. Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menyampaikan bahwa rekomendasi itu akan dikirimkan langsung ke Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

    Baca juga: Jika Panwaslu Merekomendasi, Pencoblosan di Sydney Bisa Diulang

    "Kami memerintahkan untuk pemungutan suara lanjutan bagi pemilih di Sydney yang terdaftar dalam DPTb (daftar pemilih tambahan) dan DPK (daftar pemilih khusus) yang sudah ada di antrean sesuai prosedur, tata cara, dan mekanisme yang diatur," ujar Fritz dalam konferensi pers di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019.

    Menurut Fritz, Bawaslu telah menerima laporan dari PPLN Sydney, dimana ada pemilih yang belum melaksanakan hak pilihnya. Bawaslu menerima keterangan bahwa penutupan TPS dilakukan pada pukul 18.00 waktu setempat sementara masih ada sejumlah pemilih masih antri di TPS sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

    "Bawaslu menyampaikan terkait hal tersebut bahwa penutupan TPS pada pukul 18.00 itu tidak sesuai dengan prosedur, tata cara, atau mekanisme sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan," ucap dia. Fritz menyampaikan pemilih yang tidak
    dapat menggunakan hak pilihnya, tidak sesuai azas umum dan adil dalam pemilu.

    Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ikhwal kisruh pemungutan suara di Sydney, Australia. "Jadi KPU dalam posisi menunggu rekomendasi dari Bawaslu untuk kemudian menjadi dasar perkembangan dari KPU untuk pengambilan langkah," ujar Komisioner KPU, Wahyu Setiawan di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 16 April 2019.

    Baca juga: Pemilu 2019, Sejumlah Orang Pingsan di KBRI di Malaysia

    Menurut dia, penyelesaian kisruh pemungutan suara di Sydney berupaya diselesaikan dalam waktu dekat. KPU sudah menjadwalkan pertemuan dengan Bawaslu. "Membahas banyak hal, salah satunya adalah pemilihan luar negeri."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.