Sultan Hamengku Buwono X Tak Ada Tekanan Memilih di Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X memperhatikan wayang potehi di acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan Yogyakarta, 13 Februari 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X memperhatikan wayang potehi di acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan Yogyakarta, 13 Februari 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan Pemilu 2019 harus menjamin hak politik masyarakat untuk memilih siapa pemimpin yang dinilai terbaik menurut mereka.

    Baca: Sultan HB X : Pemotongan Nisan Tanda Salib Jadi Introspeksi Kami

    Suksesnya pemilu, kata Sultan, ditandai salah satunya dari peran dan partisipasi masyarakat mengikutinya. “Aspirasi politik masyarakat harus tersalurkan secara alamiah tanpa adanya tekanan, intimidasi, dan ancaman lainnya,” kata Sultan disela 
    Doa Bersama Menuju Pemilu Serentak 2019 Aman dan Damai di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta Senin petang 15 April 2019.

    Dalam acara yang digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta itu
    Sultan juga menghimbau pelaksanaan pemilu serentak pada Rabu 17 April 2019 mendatang berjalan aman dan damai.

    "Kami berharap pemilu nanti tidak membawa permusuhan, kerusuhan, dan perpecahan di masyarakat," ujar Sultan dalam doa bersama yang juga diikuti para ketua tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 dan 02 wilayah DIY itu.

    Sultan dan keluarga rencananya akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta pada saat Pemilu Serentak 17 April 2019 mendatang.

    Hanya putri pertama Sultan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi akan menggunakan hak pilih di TPS berbeda yaitu TPS 22 Kelurahan Panembahan karena berdomisili di kampung itu beserta keluarganya.

    Simak juga: Sultan HB X Minta Maaf Atas Kasus Pemotongan Nisan Tanda Salib

    Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menuturkan rangkaian panjang pemilu 2019 ini tahapannya telah dimulai sejak tahun 2017 silam. Dengan segala hal yang telah disiapkan lama itu, KPU DIY berharap pemilu berlangsung lancar tanpa kendala. “Ibarat mendaki gunung, kami telah melewati terjal dan curamnya seluruh persoalan, baik terkait dengan data pemilih, pencalonan peserta pemilu, kampanye, urusan logistik pemilu, dan tahapan-tahapan pemilu lainnya,” kata Hamdan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.