Polisi Tangkap Wakil Bupati Padang Lawas Utara soal Politik Uang

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengikuti apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengikuti apel patroli pengawasan anti politik uang Pemilu 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat, 12 April 2019. Apel tersebut dilakukan secara serentak di 514 titik di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mencegah praktik politik uang selama pemilu serentak 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Medan - Wakil Bupati Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, Hariro Harahap, ditangkap Tim Satgas Money Politik Polres Tapanuli Selatan, Senin dinihari, 15 April 2019. Penangkapan Hariro diduga adanya politik uang sebagai upaya untuk memenangkan istrinya, Masdoripa Siregar, sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Padang Lawas Utara.

    “Benar, kemarin malam memang sudah diamankan oleh Polres Tapanuli Selatan. Jadi itu ada 14 orang yang diamankan. Salah satunya wakil bupati aktif (Hariro Harahap),” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Tatan Dirsa Atmaja, Senin siang.

    Baca: Gakkumdu Sebut 31 Kasus Politik Uang Menjelang Pemilu 2019

    Menurut Tatan, dari keterangan awal, saat penangkapan terjadi, petugas mendapati amplop berisikan uang tunai dengan nominal bervariasi, mulai Rp 200 ribu, Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per amplop. Dia menduga uang tersebut akan diserahkan kepada masyarakat.

    Bersama Hariro, ikut ditangkap pula 13 orang lainnya. Namun Tatan tidak menjelaskan secara rinci peran masing-masing orang tersebut. Saat ini, Hariro bersama yang lainnya telah diamankan di Polres Tapanuli Selatan untuk selanjutnya diserahkan ke Panitia Pengawas Pemilu dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu.

    Tatan membantah penangkapa yang dilakukan Polres Tapanuli Selatan ada kaitannya dengan pemiihan presiden. “Bukan soal pilpres, ini untuk caleg. Tapi kita belum tahu, masih keterangan awal begitu. Karena istrinya itu adalah caleg,” ujar Tatan.

    Dari laporan yang didapat Tempo, penangkapan  Hariro bermula dari kecurigaan kepolisian terhadap sebuah mobil yang ditumpangi empat orang, yaitu SH (pengemudi mobil), MH, FIH dan R. Saat diperiksa, polisi mendapati 87 amplop berisikan uang tunai Rp 200 ribu, kartu nama  Masdoripa Harahap dan tiga buah telepon seluler.

    Simak: KPU Gandeng KPK Perangi Politik Uang

    Saat diperiksa, keempatnya mengaku memperoleh amplop dari FH dari salah satu rumah yang berada di Keluruhan Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Padang Lawas Utara. Ketika ditelusuri polisi, didapati 10 orang lainnya yang salah satunya adalah  Hariro Harahap. Bersama Hariro, diamankan pula FH, AAS, SKS, KAS, HH, MRH, HS, IH dan MS.

    Polisi juga menyita 118 amplop berisikan uang dengan nominal bervariasi mulai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Sama seperti tangkapan awal, polisi juga mendapati kartu nama Masdoripa Harahap dan berbagai alat bukti lainya yang diduga terkait politik uang.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.