Pelapor Politik Uang Dijanjikan Hadiah Rp 1 Juta

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menggunakan hak suara di TPS. dok TEMPO

    Ilustrasi menggunakan hak suara di TPS. dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Solok Kota, Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Dony Setiawan berjanji memberikan hadiah bagi masyarakat yang berani melaporkan adanya politik uang di pemilu 2019. Pelapor akan diberi hadiah Rp 1 juta.

    Baca: KPU Gandeng KPK Perangi Politik Uang

    "Kami mengadakan diskusi dan pertemuan dengan calon legislatif dan ketua partai untuk membahas dan menyamakan persepsi tentang politik uang," kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan di Solok, Ahad malam, 14 April 2019.

    Menurut Dony, pihaknya akan memberikan hadiah uang Rp 1 juta jika ada masyarakat yang berani melaporkan politik uang dan buktinya menjelang hari pencoblosan. Menurutnya, politik uang tidak boleh menjadi cara memperoleh kekuasaan.

    "Bagaimana dengan nasib calon legislatif yang tidak mempunyai uang? Tentu akan langsung kalah. Maka itulah harus dilawan agar demokrasi berjalan adil," ujarnya.

    Dony mengatakan masyarakat pada umumnya segan melaporkan politik uang dan pelanggaran, karena terkadang masih mengenal calon legislatif. Padahal dalam peraturan KPU, hanya pemberi politik uang yang diproses hukum, bukan penerima uang.

    "Saya yakin, pemilu di Solok insya Allah aman dan tidak akan terjadi gesekan-gesekan antara partai-partai dan para calon legislatif, karena kota yang kecil ini memang banyak yang saling mengenal," ujarnya. Ia berharap akan muncul pemimpin yang memakai hati, sehingga benar-benar mendengarkan suara masyarakat.

    Hingga kini, Polres telah menangani tiga kasus pelanggaran hukum selama kampanye. Dua di Kabupaten Solok dan satu di Kota Solok.

    Sementara itu Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Rusli Khatib Sulaiman, mengimbau masyarakat ikut menciptakan suasana kondusif di daerah di masa tenang pemilu. Menurutnya, ini pertama kalinya Kapolres bisa mengumpulkan seluruh calon legislatif di Kota Solok untuk pertemuan untuk membahas hal-hal yang perlu tentang pemilu.

    "Tinggal menghitung hari, kami akan memilih calon legislatif. Kami ingin pemimpin yang santun, bersih dan menegakkan aturan jadi jangan tergiur dengan politik uang," katanya.

    Baca: PPATK Ungkap Modus Baru Politik Uang: Beri Asuransi dan E-Money

    Salah satu caleg dari PKS, Rini Saidan mengatakan sangat mendukung komitmen polres yang akan menindak tegas politik uang. "Ini membawa angin segar bagi kami calon legislatif yang tidak punya cukup uang untuk mengikuti pemilu. Kami sangat optimis maju dengan hati dan pikiran untuk memajukan masyarakat," kata Rini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Kuasai Pemilih NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, nota bene lumbung Nahdlatul Ulama atau NU, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.