9 Caleg Dicoret dari Pencalonan, Ini Mekanisme Pengalihan Suara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas logistik KPU Pusat melipat surat suara pemilihan Anggota DPR RI Pemilu 2019 untuk pemilih luar negeri di gudang logistik KPU di Benda, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Februari 2019. Pemungutan suara di dalam negeri akan dilakukan pada 17 April 2019. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Petugas logistik KPU Pusat melipat surat suara pemilihan Anggota DPR RI Pemilu 2019 untuk pemilih luar negeri di gudang logistik KPU di Benda, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Februari 2019. Pemungutan suara di dalam negeri akan dilakukan pada 17 April 2019. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menjelaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mencoret sembilan orang calon anggota legislatif (caleg) dari daftar pencalonan karena berbagai kasus. Meski demikian, nama mereka masih tertera di surat suara untuk pemilihan legislatif di Pemilu 2019.

    Baca juga: Kisah Caleg DPRD DKI: Tak Bagikan Amplop Dibilang Pelit

    Karena nama mereka masih ada di surat suara, kemungkinan dicoblos tetap terbuka. "Kalau kondisi seperti itu, kalau ada yang mencoblos caleg yang telah dicoret, tetap akan dianggap sah. Tapi suaranya dialihkan sebagai suara partai," kata Titi saat dihubungi, Rabu, 10 April 2019.

    Titi menuturkan bahwa mekanisme itu sudah diatur dalam Pasal 54 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 tahun 2019. Secara detail, dia menambahkan, itu tercantum di Pasal 54 ayat (5) huruf k yang berbunyi tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut calon, nama calon atau tanpa nama calon disebabkan calon tersebut meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon, dinyatakan sah untuk partai politik.

    Terkait siapa saja sembilan caleg yang sudah dicoret KPU, Titi tidak menjelaskan detail. "Kalau detailnya sembilan orang itu aku tidak hapal, tapi untuk di DKI itu ada empat orang termasuk Mandala Shoji," katanya.

    Mandala Shoji merupakan caleg DPR dari Partai Amanat Nasional. Dia dicoret karena terbukti menjanjikan voucher umrah bagi pemilihnya. Kasus Mandala sudah inkrah.

    Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos menambahkan bahwa aturan pencoretan caleg juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Caleg yang terlilit kasus hukum dengan keputusan pengadilan yang sudah bersifat inkrah dapat dibatalkan dari daftar pencalonan. "Untuk DKI telah dicoret empat caleg, yakni tiga caleg DPRD dan satu DPR," ucap Betty saat dihubungi, Rabu, 10 April 2019.

    Betty menjelaskan caleg yang dicoret itu dari berbagai partai politik. Selain Mandala Shoji, Betty menyebutkan caleg PAN lain yang dicoret adalah Lucky Andriani. "Lucky Andriani sebagai caleg PAN Dapil 1 DPRD," ujarnya. Keduanya terbukti membagikan voucher umrah saat berkampanye.

    Baca: KPU: Bowo Sidik Pangarso Masih Berstatus Caleg Golkar

    Lebih detail, Betty menuturkan bahwa Mandala melakukan pelanggaran itu di dua tempat berbeda, yaitu di Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Oktober 2018. Dan di pasar kaget Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Kuasai Pemilih NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, nota bene lumbung Nahdlatul Ulama atau NU, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.