Protes DPT, Amien Rais Tuding Ada Genderuwo dan Sontoloyo di KPU

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    Tempo.co, Jakarta -Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais menyebut ada genderuwo dan sontoloyo di dalam Komisi Pemilihan Umum. Istilah ini dilontarkan Amien dalam protesnya terkait persoalan daftar pemilih tetap atau DPT Pemilu 2019.

    Amien mengakui bahwa dirinya bukan ahli teknologi dan informasi. Namun, dia merujuk temuan tim BPN Prabowo-Sandiaga ihwal adanya 17,5 juta DPT bermasalah. "Sering saya katakan bahwa memang ada genderuwonya itu, ada sontoloyonya itu sekarang di dalam KPU," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. "Jadi kalau beliau-beliau ini intruder-nya (pengacau, penyelundup) bukan dari luar."

    LihatAkhirnya Disahkan KPU, Berikut Liku-liku DPT Pemilu 2019

    Amien dan sejumlah pendukung Prabowo-Sandiaga menyampaikan pernyataan sikap ihwal persoalan DPT di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta. Dalam diskusi bertajuk "DPT Bermasalah, Pemilu 2019 Berpotensi Chaos" itu hadir pula Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, anggota BPN Prabowo-Sandiaga lainnya, serta barisan pendukung pasangan calon 02 ini.

    Mantan Ketua MPR itu menampik ingin mendelegitimasi KPU melalui persoalan DPT ini. Dia mengklaim justru ingin membuat hasil pemilu ini tepercaya. Jika persoalan ini tak dibereskan dan kubunya menemukan kecurangan, Amien pun "mengancam" akan terjadi aksi massa yang disebutnya people power.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ini lantas mengusulkan penghitungan suara Pilpres 2019 dilakukan di Senayan. Dia tak merinci apakah yang dimaksudnya Senayan adalah Gedung DPR. "Di Senayan, di mana KPU, TKN (Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin), BPN, kawan-kawan dalam maupun luar negeri mengikuti, menyaksikan masukan-masukan dari berbagai dapil."

    BacaAmien Rais Sebut Tanda Kekalahan Jokowi Makin Nyata 

    Ihwal people power, Amien Rais, mengatakan yang dia maksud bukanlah aksi dengan kekerasan yang berakibat pertumpahan darah. Namun dia juga tak menjelaskan maksudnya terkait people power tersebut. "Dulu kita bisa Reformasi karena ada people power itu. Tapi salah people power itu ingin blood shed, tetes darah itu salah," kata dia setelah protes tentang DPT.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.