JK: Golput Tidak Kecewa pada Petahana, tapi Sedang Bingung

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018. Presiden menegaskan, pembangunan infrastruktur massal merupakan salah satu cara mengurai kemacetan di Jakarta. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018. Presiden menegaskan, pembangunan infrastruktur massal merupakan salah satu cara mengurai kemacetan di Jakarta. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini angka undecided voters (belum menentukan pilihan) dan golput akan turun seiring semakin dekatnya hari pemilihan, yang jatuh pada 17 April 2019. JK yakin di sisa waktu 9 hari ini mereka akan menentukan pilihannya.

    Berita terkait: Ahok Duduk Bersama Megawati Pakai Baju Putih, tapi Tidak Golput

    "Saya kira nanti dengan pengaruh kampanye dan debat pada 13 (April 2019) itu, biasanya mereka akan menentukan (pilihannya) itu," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 9 April 2019.

    JK merupakan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Ia menyebut khusus bagi golput, memang prakteknya banyak terjadi dari pemilu-pemilu sebelumnya. Meski begitu, ia yakin di pemilihan tahun ini, angka partisipasi masyarakat bisa mencapai 75 persen.

    Hasil sigi Lembaga Indikator Politik Indonesia menyebut undecided voters di pilpres 2019 diprediksi berjumlah 24,1 persen. Survei Indikator itu dibuat pada akhir Maret 2019 lalu.

    JK yakin munculnya golput dan undecided voters bukan dikarenakan kecewa pada pemerintah Jokowi sebagai calon inkumben. Justru JK yakin mereka kembali harus diyakinkan agar mau memilih di hari pemilihan nanti.

    "Kalau kecewa terhadap petahana, ya, dia pilih nomor 02, kan? Ternyata dia tidak juga (memilih nomor 02). Jadi tidak juga (kecewa dengan petahana), mungkin dia bingung saja," kata JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.