Usai Kampanye, Pendukung Prabowo Alami Penganiayaan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan

    Ilustrasi penganiayaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang peserta kampanye akbar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melaporkan kepada kepolisian telah mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang pasca mengikuti kampanye di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin 8 April 2019.

    Baca juga: Prabowo: Para Elit Itu Suka Bohong, Bohong, Bohong

    Dalam kasus itu, simpatisan bernama Muklis, 23, warga Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman dan rekannya Suhadi, 22, asal Jawa Timur mengatakan telah dipukuli, ditembak dengan
    senjata air softgun, diketapel, lalu dipaksa penganiayanya untuk mengacungkan tangan menbentuk kode satu jari.

    Tak hanya itu, para penganiaya juga disebut telah memaksa mereka melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo - Sandi. Kasus ini pun telah dilaporkan kepada Kepolisian Resor Kota Yogya.

    "Ya, benar (ada laporan penganiyaan peserta kampanye Prabowo), " ujar juru bicara Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Yulianto dalam keterangannya Senin, 8 April 2019.

    Adapun kronologi penganiyaan simpatisan itu awalnya ketika keduanya pulang seusai menghadiri kampanye terbuka calon presiden Prabowo di tadion Kridosono sekitar pukul 15. 30 WIB.

    Kedua korban berboncengan menggunakan sepeda motor itu lalu melintas di Jalan Mataram atau timur jalan Malioboro.

    Sesampai di Jalan Mataram, tepatnya di depan toko sepatu belakang Hotel Inna Garuda, Kelurahan Suryatmajan Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta, tiba tiba keduanya dihentikan paksa tiga pria yang tak mereka kenal.

    Oleh para penghadangnya, keduanya dipaksa mengacungkan tangan membentuk satu jari dan melepas ikat kepala yang bertuliskan Prabowo - Sandi. Lalu seorang penganiaya memukul hidung korban Muklis dan mengeluarkan senjata air softgun lalu menembakkannya hingga mengenai bahu kiri Muklis bagian atas. Penganiaya lain mengeluarkan semacam ketapel dan mulai mengetapel sampai mengenai jari telunjuk sebelah kiri rekan Muklis, Suhadi.

    Setelah melakukan penganiayaan itu, para pelaku langsung melarikan diri masuk ke dalam kampung Cokrodirjan di dekat daerah itu. Kedua korban lantas melanjutkan perjalanan dan sesampai di simpang empat Gondomanan korban meminta pertolongan di pos polisi Gondomanan.

    Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendapatkan tindakan medis.

    Baca juga: Kampanye Terbuka di Yogyakarta, Prabowo Mengumpat Kondisi Bangsa

    Atas insiden penganiayan itu Muklis mengalami luka tembak airsoftgun di bahu kiri serta mengalami mimisan di bagian hidung akibat kena pukulan pelaku. Sedangkan rekannya, Suhadi mengalami luka bengkak jari telunjuk kiri akibat kena ketapel pelaku.

    "(Setelah mendapat perawatan di RS PKU) korbaan diperbolehkan pulang," ujar Yuli.

    Yuli mengatakan jika kedua korban juga bukan merupakan anggota laskar tertentu.

    Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Polisi Armaini mengatakan, korban penganiayaan itu telah membuat laporan polisi. Pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus itu. “Kami akan tindak lanjuti, ini masuk kategori penganiayaan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.