Charta Politika: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Gerindra Kedua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri) dan Direktur Riset Charta Politika Muslimin dalam acara rilis survei nasional

    Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri) dan Direktur Riset Charta Politika Muslimin dalam acara rilis survei nasional "Peta Elektoral Terkini Pileg dan Pilpres 2019" di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Charta Politika menemukan PDIP masih merupakan partai dengan elektabilitas tertinggi di pemilu 2019. PDIP meraih elektabilitas 25,3 persen; disusul Gerindra di posisi kedua dengan elektabilitas 16,2 persen.

    Baca: Survei: Pilihan Swing Voters Juga Ditentukan Iming-iming Uang

    Dalam hasil survei yang dirilis pada Kamis, 4 April 2019, Charta Politika melakukan survei elektabilitas 16 partai politik yang berkompetisi pada Pemilu 2019. Dari hasil survei tersebut, lima partai dengan elektabilitas tertinggi masih dihuni oleh partai-partai lama.

    Selain PDIP dan Gerindra, partai lainnya yang masuk lima besar adalah Golkar dengan elektabilitas 11,3 persen; PKB 8,5 persen; dan Partai Demokrat 5,2 persen.

    Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan elektabilitas kelima partai politik tersebut sangat banyak dipengaruhi oleh calon presiden yang mereka usung. Seperti PDIP dan Gerindra yang mayoritas dipilih lantaran mereka sama-sama mengusung pasangan calon presiden.

    “Faktor calon presiden yang diusung cukup mempengaruhi elektabilitas partai. Seperti PDIP, 29,2% dipilih karena mengusung capres dan cawapres,” ujar Muslimin saat memaparkan hasil survei, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 4 April 2019.

    Hasil survei tersebut juga menyebutkan hanya ada tujuh partai yang diperkirakan lolos ke parlemen dengan ketentuan ambang batas di atas 4 persen suara. Survei juga menunjukan elektabilitas partai sangat sedikit dipengaruhi oleh ketertarikan pemilih kepada calon legislatif. Program partai pun hanya sedikit dilirik oleh para responden.

    Muslimin mengatakan, faktor tersebut dipengaruhi oleh kalah pamornya pemilu legislatif dibanding pilpres. Mayoritas masyarakat hanya fokus pada kontestasi pilpres. “Pileg hampir terlupakan karena euforia Pilpres,” ujar Muslimin.

    Baca: 3 Lembaga Survei Unggulkan Jokowi 50 Persen VS Prabowo 30 Persen

    Survei Charta Politika dilaksanakan dari tanggal 19-25 Maret 2019, dengan metode wawancara tatap muka (face to face interview). Pertanyaan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 2.000 orang dan merupakan masyarakat dewasa yang terdaftar sebagai pemilih. Margin of error survei plus-minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Berikut elektabilitas 16 partai berdasatkan survei Charta Politika:

    PDIP 25,3 persen; Gerindra 16,2 persen; Golkar 11,3 persen; PKB 8,5 persen; Demokrat 5,2 persen; Nasdem 5,2 persen; PKS 5,0 persen.

    PAN 3,3 persen; PPP 2,4 persen; PSI 2,2 persen; Perindo 2,0 persen; Hanura 1,0 persen; PBB 0,5 persen; PKPI 0,2 persen; Garuda 0,2 persen; Berkarya 0,1 persen; Tidak tahu/tidak jawab 11,7 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.