Kampanye di Persawahan, Megawati Setrap Amran Sulaiman

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri acara panen raya padi, sekaligus berkampanye menyampaikan orasi politik di Indramayu. TEMPO/Dewi Nurita

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri acara panen raya padi, sekaligus berkampanye menyampaikan orasi politik di Indramayu. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Indramayu - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyindir masih banyaknya kendala pertanian di Indonesia saat berkampanye di Desa Majakerta yang berada di sekitar kilang minyak Balongan, Indramayu, pada Kamis, 4 April 2019. Dalam acara itu, hadir Menteri Amran Sulaiman. Dia 'disetrap' berdiri oleh Megawati selama berbicara sekitar setengah jam.

    Baca: Bersama Menteri Pertanian, Megawati Hadir Panen Raya di Indramayu

    "Saya mengajak Pak Amran ini bukan  tanpa alasan. Biar dengar juga masalah persawahan saat ini. Makin banyak sawah diversifikasi," ujar Megawati sambil meminta Amran berdiri di sampingnya sepanjang acara.

    Megawati mengingatkan agar pemerintah tidak mudah memberi izin pengalihan lahan persawahan. Dia mengingatkan, dahulu zaman penjajahan Belanda, petani Bekasi-Karawang melakukan pemberontakan. "Karena Belanda akan mengubah persawahan. Kenapa? Kalau sawah diubah, mau makan apa? Mau makan rumah?" ujar Megawati.

    Megawati juga menyebut, belum banyak penelitian yang benar-benar fokus, misalnya demi menemukan padi yang jumlah bulirnya saja bisa dipastikan. Dirinya mengaku sudah bicara dengan Presiden Jokowi soal hal itu dan sejumlah langkah perbaikan sedang dikerjakan.

    Baca: Pertahankan Kemenangan di Jateng, Megawati Kumpulkan Elit Partai

    Satu lagi yang diingatkan Megawati, agar produk pertanian Indonesia jangan buru-buru diekspor. Biarkan produk sendiri dikonsumsi oleh rakyat sendiri. Sisanya baru diekspor. "Sisanya baru diekspor. Dengan demikian harga gabah stabil," ujar Presiden RI Kelima itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.