Pertarungan Caleg Kepulauan Riau, Batam adalah Kunci

image-gnews
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDIP, Dwi Ria Latifa mengenakan pita hitam bertuliskan #SAVEDPR saat mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Desember 2015. Usai mendeklarasi Aksi #SAVEDPR, sebanyak 31 anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna yang membahas persetujuan Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan RUU Tax Amnesty. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDIP, Dwi Ria Latifa mengenakan pita hitam bertuliskan #SAVEDPR saat mengikuti Rapat Paripurna di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 15 Desember 2015. Usai mendeklarasi Aksi #SAVEDPR, sebanyak 31 anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna yang membahas persetujuan Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan RUU Tax Amnesty. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Para calon legislator di daerah pemilihan Kepulauan Riau mengaku mengandalkan kedekatan suku dan budaya untuk menarik hati sekitar 1,2 juta pemilik suara. Karakteristik pemilih yang masih tradisional di wilayah perbatasan itu menjadi incaran para calon wakil rakyat untuk mendulang dukungan.

Calon legislator (caleg) dari Partai Demokrat, Husnizar Hood, mengatakan lebih banyak menggunakan pendekatan kultural karena budaya Melayu di wilayah Kepulauan Riau masih sangat kental. Ia mengatakan sudah memiliki amunisi karena selama ini kerap malang melintang di dunia seni dan budaya.

"Saya sering menggelar panggung budaya, dialog, dan diskusi. Kepulauan Riau itu multietnis, tapi Melayunya sangat kuat," kata Direktur Artistik Pusat Latihan Seni Sanggam ini kepada Tempo, kemarin.

Husnizar menyebutkan, ada tiga kalangan yang menjadi incaran selama masa kampanye. Mereka adalah kalangan patriotis, yang sepaham dan seide; kalangan romantis, yang memiliki kesamaan identitas, kedaerahan, dan rasa persaudaraan; serta kalangan konsumtif. Husnizar mengatakan dirinya tak membedakan perlakuan dalam mendekati ketiga kalangan. "Mayoritas suka didekati dengan tatap muka. Pertemuan langsung lebih penting daripada kampanye dengan baliho dan stiker."

Selama kampanye, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau ini selalu mengidentifikasi dirinya sebagai juru bicara rakyat. Pria yang nyambi sebagai penulis kolom budaya di harian Batam Pos ini memiliki target bisa mendulang 100 ribu suara dengan janji mewujudkan Kepulauan Riau menjadi provinsi maritim.

Sebanyak 57 calon legislator dari 15 partai peserta politik bertarung di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan  Kepulauan Anambas, demi empat kursi di parlemen.

Sejumlah inkumben kembali mencoba peruntungan, yakni Dwi Ria Latifa dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Nyat Kadir dari Partai NasDem. Sejumlah tokoh politik juga ikut berlaga. Di antaranya mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad, dan mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Zulbahri.

Iklan
image-banner
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau, Bismar Arianto, memprediksi perebutan suara di wilayah perbatasan itu bakal sangat ketat. Ia mengatakan aspek popularitas, kesamaan daerah dan suku, serta logistik calon menjadi bahan pertimbangan pemilih dalam menentukan dukungan di provinsi kepulauan ini.

"Belajar dari kasus 2014, DPR dan DPD yang terpilih cukup mewakili komposisi masyarakat berdasarkan suku di Kepulauan Riau," katanya.

Menurut Bismar, jika ingin mengamankan suara, para calon legislator harus banyak bergerilya di Batam. Sebab, banyak warga luar Kepulauan Riau yang bermigrasi ke Batam. Calon yang bisa memenangi Batam, kata Bismar, bisa dipastikan memenangi Kepulauan Riau. "Karena banyak migrasi, kedekatan kesukuan punya pengaruh terhadap keterpilihan calon," ujarnya.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen, Lucius Karus, menilai para calon legislator seharusnya tidak terlalu susah meyakinkan pemilih di Kepulauan Riau. Sebab, jumlah pemilih tak begitu banyak dan calon yang diusung tak banyak yang populer. Sayangnya, tingkat partisipasi pemilih di Kepulauan Riau tergolong rendah.

Dalam Pemilu 2014, ada sekitar 40 persen pemilih yang tak menggunakan hak pilih mereka alias Golput. “Jadi, bukan pekerjaan mudah untuk mendapatkan suara signifikan dengan tradisi pemilih yang kurang banyak berpartisipasi,” katanya.

Tantangan lain, Lucius menambahkan, adalah kondisi geografis daerah kepulauan. Ini tentu membuat para calon harus punya logistik yang cukup untuk berkampanye. Apalagi sangat diperlukan sosialisasi yang signifikan untuk memastikan partisipasi pemilih yang tinggi. “Latar belakang masyarakat yang beragam pada beberapa daerah dan juga banyaknya pemilih pemula menjadi tantangan.”

Iklan


Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Demokrat Minta Kapolri dan Jaksa Agung Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang Kadernya

5 hari lalu

Koordinator Tim Kuasa Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Mehbob memberi keterangan kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa 23 Maret 2021. ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Demokrat Minta Kapolri dan Jaksa Agung Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang Kadernya

Salah satu caleg Demokrat dilaporkan atas dugaan politik uang.


Para Caleg Populer PDIP Kehilangan Kursi di DPR: Arteria Dahlan, Johan Budi sampai Kris Dayanti

27 hari lalu

Anggota komisi III DPR fraksi PDI P Arteria Dahlan tertidur saat sidang putusan sistem pemilihan umum (Pemilu) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis, 15 Juni 2023. Dalam putusannya, MK menolak permohonan para pemohon secara keseluruhannya dan tetap menggunakan proporsional terbuka untuk pemilu 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Para Caleg Populer PDIP Kehilangan Kursi di DPR: Arteria Dahlan, Johan Budi sampai Kris Dayanti

Beberapa caleg petahana dari PDIP gagal lolos ke Senayan, padahal nama mereka begitu populer. Selain Kris Dayanti dan Arteria Dahlan, siapa lagi?


Deretan Caleg Kritis PDIP yang Gagal Lolos ke Senayan

33 hari lalu

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat ditemui di rumah duka ibu mertua di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 20 Februari 2024.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Deretan Caleg Kritis PDIP yang Gagal Lolos ke Senayan

Hasto mengatakan partainya akan pasang badan guna memperjuangkan para caleg kritis PDIP untuk tetap masuk menduduki kursi parlemen.


PDIP Siap Pasang Badan soal Suara Caleg Hilang yang Kritik Jokowi

34 hari lalu

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat ditemui di rumah duka ibu mertua di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, 20 Februari 2024.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
PDIP Siap Pasang Badan soal Suara Caleg Hilang yang Kritik Jokowi

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tidak akan tinggal diam untuk membela caleg yang kehilangan suara dalam Pileg 2024.


PSI Gagal ke Senayan, Ini Respons Kaesang Pangarep dan Nasib 5 Caleg yang Diprediksi Lolos

34 hari lalu

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dalam konferensi pers di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2024. TEMPO/Defara
PSI Gagal ke Senayan, Ini Respons Kaesang Pangarep dan Nasib 5 Caleg yang Diprediksi Lolos

PSI belum mampu melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen di Pileg 2024.


MK Sebut Belum Ada Caleg dan Parpol yang Daftar Gugatan Sengketa Pileg

35 hari lalu

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat pada Kamis siang, 21 Maret 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
MK Sebut Belum Ada Caleg dan Parpol yang Daftar Gugatan Sengketa Pileg

MK mengungkapkan belum ada caleg dan parpol yang mendaftarkan sengketa hasil Pileg.


Caleg PDIP Ikhlas Batal Dilantik jadi Legislator karena Ungguli Suara Ganjar-Mahfud

36 hari lalu

Said Abdullah memulai karier menjadi anggota DPR/MPR RI pada periode 2004-2009 dan berlanjut hingga periode 2009-2014 serta periode 2019-2024. Politisi PDIP ini juga pernah menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur pada 2013 lalu. Dok. DPR
Caleg PDIP Ikhlas Batal Dilantik jadi Legislator karena Ungguli Suara Ganjar-Mahfud

PDIP menerbitkan intruksi pembatalan pelantikan calon legislator yang gagal memenangkan Ganjar-Mahfud di wilayahnya.


Caleg Lolos Dapil Neraka DKI II: Once hingga Uya Kuya Kalahkan Masinton dan Eriko Sotarduga

36 hari lalu

Calon Legeslatif DPR RI dapil Jakarta II Once Mekel menyalakan lilin saat mendeklarasikan mendukung pasangan Ganjar-Mahfud di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Jumat, 15 Desember 2023. Dalam keteranganya, GMKI akan mempersiapkan para pemuda kristen di 116 titik se-Indonesia akan memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 mendatang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Caleg Lolos Dapil Neraka DKI II: Once hingga Uya Kuya Kalahkan Masinton dan Eriko Sotarduga

Penyanyi Once Mekel, berhasil lolos ke DPR RI melalui Dapil DKI Jakarta II mengalahkan caleg petahana seperti Masinton Pasaribu dan Eriko Sotarduga.


Sederet Caleg Petahana Gagal Lolos Senayan: Lodewijk F Paulus hingga Masinton Pasaribu

36 hari lalu

Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus  komentaro ihwal upaya Golkar ajak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa masuk TKN Prabowo-Gibran, Selasa, 31 Oktober 2023 di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat. TEMPO/Tika Ayu
Sederet Caleg Petahana Gagal Lolos Senayan: Lodewijk F Paulus hingga Masinton Pasaribu

Sejumlah caleg petahana diprediksi gagal mempertahankan kursinya dalam pemilihan legislatif 2024. Berikut ini di antaranya


Kata KPK soal Dugaan Ketua KPU Hasyim Asy'ari Terima Kue Ulang Tahun dari Caleg PSI

36 hari lalu

Juru bicara KPK, Ali Fikri, memberikan keterangan kepada awak media, di  gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2024. Dalam dugaan korupsi terkait pekerjaan retrofit sistem sootblowing Pembangkit Listrik Tenaga Uap Bukit Asam PT PLN (Persero) tersebut diduga telah menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai miliaran rupiah.  TEMPO/Imam Sukamto
Kata KPK soal Dugaan Ketua KPU Hasyim Asy'ari Terima Kue Ulang Tahun dari Caleg PSI

Ketua KPU Hasyim Asy'ari diduga menerima kue ulang tahun dari caleg PSI menuai respons dari KPK. Begini kata KPK.