Caleg Sumatera Utara 1, Pertarungan Sengit Inkumben Vs Pesohor

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI di daerah pemilihan Sumatera Utara 1 diprediksi berlangsung ketat. “Ini dapil neraka,” kata pengamat politik, Adi Prayitno, 26/3, mengomentari persaingan para Caleg Sumatera Utara 1.

    Berita terkait: Mengenal Caleg Jawa Barat Dapil Kota Bekasi

     

    Partai-partai politik memang memasang caleg  Sumatera 1 andalan mereka untuk bertarung di daerah pemilihan ini. Sebagian besar inkumben kembali bertarung memperebutkan 10 kursi anggota DPR di sana.

    Seperti Partai Keadilan Sejahtera yang menyorongkan mantan Menteri Komunikasi Tifatul Sembiring. Partai Golkar kembali mengusung Meutya Hafid, Partai Demokrat mengusung Abdul Wahab Dalimunthe, Partai Amanat Nasional mengajukan Mulfachri Harahap, dan Partai NasDem mengusung Prananda Surya Paloh.

    Begitu pula dengan Partai Gerindra yang kembali menyorongkan Romo H. Raden Muhammad Syafii, sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengajukan Irmadi Lubis dan Sofyan Tan.

    Para inkumben akan berhadapan dengan sejumlah pesohor yang tidak kalah kuat pengaruh dan basis massanya. Mereka antara lain Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan; mantan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, yang maju dari Partai NasDem; serta mantan Ketua DPRD Medan, Amiruddin, dari Partai Demokrat.

    “Di atas kertas, para politikus beken ini memimpin caleg lain dan berpotensi menang di pemilihan legislatif,” kata Adi Prayitno, yang juga dosen politik di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Menurut Adi, daerah pemilihan Sumatera 1—meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi—menjadi primadona karena memiliki jumlah pemilih yang besar. Jumlah total pemilih di daerah ini mencapai 3.528.957 orang dari total jumlah pemilih Sumatera Utara sebanyak 9.426.220 jiwa.

    Meutya Hafid mengatakan, hingga mendekati hari pencoblosan, dia terus bersosialisasi dan mengajak masyarakat untuk memilih. “Di periode kedua ini, saya sudah punya modal pangsa pemilih yang sudah dirawat sejak periode ini, insya Allah itu terjaga,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.

    Segmentasi pemilih yang dia dekati sama seperti pada periode awal, yakni kelompok anak muda dan perempuan. Dia mengaku bisa mewakili dua isu itu. “Di dapil, saat ini saya satu-satunya perempuan yang duduk di DPR RI dan salah satu perwakilan muda yang duduk di DPR RI,” ujarnya.

    Menurut mantan jurnalis ini, isu pemuda dan perempuan juga dia jabarkan melalui programnya. Selama di Komisi I, ujar Meutya, dia berfokus pada ketersediaan Internet mudah, murah, dan cepat. Serta bantuan infrastruktur telekomunikasi yang baik.

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan Yasonna Laoly sengaja ditempatkan di Sumatera Utara 1 untuk memperbesar peluang partai meraup suara. “Untuk menambah kekuatan petahana Sofyan Tan dan Irmadi Lubis,” kata Hendrawan saat dihubungi.

    PDIP menargetkan tiga kursi DPR RI dari Sumatera Utara 1 dalam pemilihan calon legislator tahun ini. Tahun lalu, partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut mendapat dua kursi DPR RI.

    Sementara itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera, Suhud Aliynudin, mengatakan partainya kembali mengusung Tifatul Sembiring untuk mempertahankan perolehan suara di daerah pemilihan tersebut. “Beliau tokoh nasional yang populer dan dapat diterima oleh kalangan internal PKS dan eksternal,” ujarnya.

    Tifatul, selain mantan Presiden PKS, merupakan Ketua Badan Wilayah Dakwah Sumatera, sehingga ia bisa berperan memimpin pemenangan pemilu di wilayah Sumatera. “Sehingga mudah dalam melakukan konsolidasi.”

    REZKY | IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.