Alasan Amien Rais Minta Hitung Suara Tidak di Hotel Borobudur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewa Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais hadir di lokasi finish Jalan Sehat Relawan Roemah Djoeang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. Tempo/Budiarti Utami Putri

    Ketua Dewa Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais hadir di lokasi finish Jalan Sehat Relawan Roemah Djoeang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019. Tempo/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta agar penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur. Mantan Ketua MPR tersebut menilai hotel tersebut menyimpan banyak misteri yang dapat menghasilkan kecurangan.

    Baca juga: Amien Rais Sebut Tanda Kekalahan Jokowi Makin Nyata

    “Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur, banyak jin, banyak genderuwo di sana,” ujar Amien usai menghadiri seminar bertajuk Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas: Bongkar Carut Marut DPT, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

    Amin mengatakan dirinya merasa heran mengapa hotel yang terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat itu selalu digunakan untuk penghitungan hasil suara pemilu. Pada pemilu kali ini ia menyarankan agar penghitungan suara dilakukan di kantor KPU atau Gedung DPR.

    “Lebih baik di KPU atau di DPR. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur,” katanya.

    Sementara itu, komisioner KPU Viryan Azis menyebutkan, bahwa sejak tahun 2014 tabulasi suara dilakukan di kantor KPU. “Saya gak tahu apa yang dimaksud Pak Amin. Tapi rekapitulasi pemilu nasional dilakukan di kantor KPU,” katanya.

    Baca juga: Kubu Jokowi: Kami Rindu Amien Rais yang Dulu

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, pada penghitungan rekapitulasi suara Pemilu tahun 2004 dan 2009 dilakukan di Hotel Borobudur. Baru pada tahun 2014, penghitungan dilakukan di Kantor KPU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.