Minggu, 22 September 2019

Jokowi Sebut Elektabilitas Perindo Sudah di Atas 4 Persen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo saat membuka acara pembekalan calon anggota legislatif Partai Perindo di Jakarta, 17 September 2018. Dalam acara ini, Jokowi membagi pengalamannya dalam berpolitik kepada 575 calon legislator DPR Partai Perindo dari berbagai daerah. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi didampingi Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo saat membuka acara pembekalan calon anggota legislatif Partai Perindo di Jakarta, 17 September 2018. Dalam acara ini, Jokowi membagi pengalamannya dalam berpolitik kepada 575 calon legislator DPR Partai Perindo dari berbagai daerah. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Partai Persatuan Indonesia (Perindo) tidak lengah menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Pasalnya, Jokowi mendapat laporan jika elektabilitas partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini berkisar 4,7 persen atau sudah melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

    Baca: Hary Tanoe Sebut Tiga Poin Tujuan Rakornas Perindo

    "Angka yang saya terima tadi pagi, dikroscek dengan Pak Hary sama. Perindo di angka 4,7 persen," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional 2019 Perindo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.

    Menurut Jokowi, tren elektabilitas Perindo memang naik. Namun, ia menyarankan agar seluruh kader dan pengurus Perindo tidak senang dulu. "Orang kalau sudah senang suka lengah," kata dia.

    Jokowi mengatakan para kader Perindo harus tetap fokus mengingat Pemilu 2019 tinggal 30 hari. Ia memberi tips agar Perindo fokus turun ke bawah menemui masyarakat.

    Pasalnya, kata Jokowi, Perindo memiliki kekuatan dari sisi udara lantaran ketua umumnya yang seorang bos media. Selain itu, Perindo juga memiliki kepengurusan yang merata di seluruh provinsi Indonesia hingga tingkat kelurahan.

    Simak juga: Jokowi Sebut Perindo Partai yang Matang

    "Saya melihat dari sisi udaranya sudah sangat kuat, nah, tinggal daratnya. Daratnya organisasi infrastruktur tadi, infrastruktur dan organisasi yang sampai ke bawah ini penting sekali dalam menggerakkan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe