Tepis Berbagai Hoaks, Jokowi: Saya Tidak Marah...

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres  nomor urut 01 Joko Widodo, alias Jokowi menyapa pendukungnya ketika menghadiri deklarasi dukungan dari para petani dan nelayan Lampung di Lapangan Karangendah, Lampung Tengah, Lampung, Jumat, 8 Maret 2019. Joko Widodo mengajak pendukungnya untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan meski sedang ada tahapan pemilu. ANTARAWahyu Putro A

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo, alias Jokowi menyapa pendukungnya ketika menghadiri deklarasi dukungan dari para petani dan nelayan Lampung di Lapangan Karangendah, Lampung Tengah, Lampung, Jumat, 8 Maret 2019. Joko Widodo mengajak pendukungnya untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan meski sedang ada tahapan pemilu. ANTARAWahyu Putro A

    TEMPO.CO, Medan - Calon Presiden Indonesia nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menepis berbagai berita hoax yang dianggap menerpa dirinya. Klarifikasi Jokowi disampaikannya saat memberikan pidato di Acara Silaturrahmi dan Pembekalan Caleg Koalisi Indonesia Kerja di Medan pada Sabtu, 16 Maret 2019.

    Berita terkait: Jokowi Gelar Konsolidasi Strategi 30 Hari Menuju Hari Pencoblosan

    Jokowi mengatakan dirinya sudah cukup bersabar atas berbagai kabar yang menerpa.
    “Setengah tahun saya bersabar menahan isu ini, sekarang saya jawab. Tapi ini saya bukan marah ya. Saya menjawab isu-isu supaya nanti tidak dibelok-belokan ke mana-mana," ujar Jokowi.

    Jokowi mencontohkan salah satu kabar hoax yang disampaikan terkait isu Anti Islam. Dirinya mengatakan isu tersebut tidak masuk dalam logika. Sebab jika Anti Islam, Jokowi tidak akan menandatangani peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2015 yang lalu. Begitu pun dengan pasangan calon wakil presidennya, KH. Ma’aruf Amin, yang merupakan seorang ulama besar Islam menunjukkan Jokowi sangat peduli terhadap Islam.

    Kabar lainnya yang ikut dijawab Jokowi berkenaan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Foto Ketua Partai PKI, DN. Aidid yang bersandingan dengan foto Jokowi saat berpidato di Pemilu tahun 1965 dianggap sebuah kebohongan besar. Sebab Jokowi yang lahir pada tahun 1961 baru berusia 4 tahun saat peristiwa tersebut berlangsung dan tidak mungkin berada disana.

    Selain itu, Jokowi juga ikut berbicara mengenai isu antek asing yang sering dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu. Jokowi membantah kabar tersebut dengan menerangkan keberhasilan pemerintah yang dipimpinnya dalam merebut blok minyak di Mahakam dari pengelolaan Prancis dan Jepang. Begitu juga dengan blok minyak yang dikelola PT. Chevron selama 9 tahun berhasil direbut dan kini dikelola Pertamina.

    Ditambah keberhasilan pemerintah dalam menguasi saham mayoritas PT. Freeport yang selama 40 tahun lebih dikuasai oleh PT. Freeport-Mc Moran. “Dipikir mengambil alih seperti itu mudah, gampang. Kalau mudah dan gampang, sudah kita ambil dari dulu," ucap Jokowi.

    Berbagai isu tersebut dianggap Jokowi sudah memasuki berbagai kalangan. Ihwal itu, diharapkan para pendukungnya dapat bekerja bersama-sama dalam memberantas segala berita miring terhadap dirinya. “Kalau tidak kita jawab dan diluruskan dengan logika sederhana, masyarakat bisa termakan dengan isu itu. Percaya sama saya," harap Jokowi,

    IIL ASKAR MONDZA (Medan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.