Nge-Like Foto Caleg, 5 Pegawai Negeri Diperiksa Bawaslu Bangkalan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan latar belakang layar hitung mundur Pemilu 2019 di gedung Bawaslu, Jakarta, 21 Februari 2019. Layar berisi hitung mundur menuju tanggal Pemilu 2019 tersebut dipasang untuk mengajak masyarakat dan berpatisipasi dalam Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pejalan kaki melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan latar belakang layar hitung mundur Pemilu 2019 di gedung Bawaslu, Jakarta, 21 Februari 2019. Layar berisi hitung mundur menuju tanggal Pemilu 2019 tersebut dipasang untuk mengajak masyarakat dan berpatisipasi dalam Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bangkalan - Gara-gara memberikan tanda like (nge-like) foto caleg dan capres di laman Facebook, lima PNS diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Mereka diduga melanggar aturan tentang netralitas pegawai negeri dalam Pemilu.

    Berita terkait: Bawaslu DKI Panggil Fadli Zon dan Neno Warisman Terkait Munajat 212

    Selain itu ada tiga pegawai negeri lainnya juga diperiksa karena diduga juga melanggar azas netralitas. Jadi total ada delapan pegawa yang diperiksa Bawaslu Bangkalan.

    Ketua Bawaslu Bangkalan Mustain Saleh mengatakan rincian dari delapan pegawai negeri yang telah diperiksa tersebut, adalah dua pegawai diperiksa karena pose dua jari di medsos, lima pegawai karena nge-like dan komen pada postingan foto caleg dan capres, dan satu pegawai karena hadir dalam kampanye mendukung capres nomor urut 01 yang digelar di Bangkalan Plaza.

    "Ada satu pegawai yang sudah kami rekomendasikan agar diberi sanksi ke Inspektorat Bangkalan, karena terbukti melanggar netralistas," kata dia, Selasa, 12 Maret 2019, tanpa merinci identitasnya.

    Selain memeriksa delapan pegawai negeri, Bawaslu Bangkalan juga tengah mendalami dugaan pelanggaran oleh anggota DPR RI yang disebut dari Fraksi Nasdem. Beberapa waktu politisi Senayan ini mengadakan sosialisasi di Aula Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Bangkalan.

    Kata Mustain, sosialisasi yang melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se Kabupaten Bangkalan ini, disinyalir disusupi kampanye mendukung capres nomor urut 01. "Kami tidak main-main, semua pelanggaran pasti kami proses sesuai mekanisme hukum yang berlaku," ungkap Mustain.

    MUSTHOFA BISRI (Bangkalan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.