Survei: Kepercayaan terhadap Kotak Suara Kardus KPU Rendah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata kardus berisi Surat Suara Pemilu 2019 yang tiba di gudang KPU Pamekasan, Jawa Timur, Jumat, 8 Februari 2019. Pada tahap awal, telah tiba surat suara untuk DPRD Jatim dan DPD dengan jumlah masing-masing sebanyak 1.442 kotak yang selanjutnya akan didistribusikan ke 3.133 TPS di 189 desa dari 13 kecamatan. ANTARA

    Pekerja menata kardus berisi Surat Suara Pemilu 2019 yang tiba di gudang KPU Pamekasan, Jawa Timur, Jumat, 8 Februari 2019. Pada tahap awal, telah tiba surat suara untuk DPRD Jatim dan DPD dengan jumlah masing-masing sebanyak 1.442 kotak yang selanjutnya akan didistribusikan ke 3.133 TPS di 189 desa dari 13 kecamatan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting menunjukan banyak masyarakat meragukan kotak suara berbahan dasar karton yang digunakan Komisi Pemilihan Umum dalam Pemilu 2019. Menurut sigi lembaga survei itu, sebanyak 34 persen dari 1.620 responden percaya penggunaan kotak suara kardus itu mempermudah kecurangan dalam pemilu.

    Akan halnya 36 persen responden menyatakan tidak percaya bahwa kotak kardus dapat menjadi sumber kecurangan dalam pemilu. Sedangkan 30 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. “Pemilih terbelah antara yang yakin dan tidak yakin bahwa kotak suara itu bisa menjadi sumber kecurangan,” kata Direktur SMRC, Deni Irvani di bilangan Menteng, Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019.

    Baca: Kotak Suara Kardus di Cilacap Dimakan Rayap

    SMRC menggelar survei pada 24 hingga 31 Januari 2019. Populasi survei ini adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2019. Survei mengambil 1.620 responden secara acak. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1. 426 atau 88 persen. Margin of error survei ini sekitar 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Kontrol kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel.

    Dari hasil sigi SMRC ini juga diketahui persentase responden yang pecaya bahwa kotak kardus dapat menjadi sumber kecurangan pemilu kebanyakan berasal dari pemilih calon presiden Prabowo - Sandiaga Uno, dibandingkan pemilih Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Sebanyak 47 persen pemilih Prabowo - Sandiaga percaya bahwa kotak kardus dapat menjadi sumber kecurangan, sedangkan 29 persen lainnya tidak percaya dan 23,8 persen sisanya tidak tahu. Sebanyak 30 persen dari responden pemilih Jokowi - Ma’ruf Amin percaya kotak suara kardus sumber kecurangan, sedangkan 43 persen lainnya tidak percaya dan sisanya tidak tahu atau tidak mau menjawab.

    Baca: KPU Bantul Distribusikan Kotak Suara Tiga Hari Menjelang Pemilu

    Deni mengatakan isu lainnya yang membayangi KPU dalam Pemilu 2019 adalah netralitas lembaga itu. Hasil sigi menunjukan 56 persen responden percaya bahwa lembaga penyelenggara pemilu ini profesional. Sebanyak 32 persen respondennya tidak tahu atau tidak jawab dan 13 persen respondennya yakin bahwa KPU tak netral dalam pemilu 2019.

    Secara khusus, yang menilai KPU tidak netral sebanyak 13 persen. 13 persen dari total pemilih 190 jutaan sekitar 25 juta. “Jumlah ini sangat besar untuk mempersulit KPU dan Bawaslu bila dimobilisasi," ujar Deni.

    M ROSSENO AJI | RYAN DWIKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.