KPU Palu Siapkan TPS Khusus di Petobo dan Balaroa

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria yang terkena dampak bencana berada di area likuefaksi di Petobo sebulan pasca-gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 28 Oktober 2018. ANTARA.

    Seorang pria yang terkena dampak bencana berada di area likuefaksi di Petobo sebulan pasca-gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 28 Oktober 2018. ANTARA.

    TEMPO.CO, Palu - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, Sulawesi Tengah, memberikan perhatian khusus untuk beberapa wilayah terdampak parah bencana gempa bumi tahun lalu dengan menyiapkan tempat pemungutan suara untuk pencoblosan Pemilu 2019 pada 17 April 2019.

    Baca juga: Cerita Petobo, Kampung yang Hilang Ditelan Lumpur Saat Gempa Palu

    Ketua KPU Kota Palu Agus Salim Wahid mengatakan sedang melakukan penataan TPS di beberapa titik khusus, seperti di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan dan Balaroa di Kecamatan Palu Barat. Kedua lokasi permukiman padat penduduk tersebut saat gempa bumi dan tsunami terjadi juga likuifaksi.

    Seluruh bangunan dan harta benda milik warga di dua permukiman penduduk itu hancur dan lenyap. Bahkan banyak warga di kedua tempat itu, diduga meninggal terkubur akibat likuifaksi.

    Karena itu, Petobo dan Balaroa mendapat perhatian khusus oleh KPU. Ini menyangkut data dan hak pemilih yang harus disalurkan saat pelaksanaan pemilu serentak 2019.

    "Jadi, di sekitar dua lokasi likuifaksi akan ada TPS khusus untuk para pengungsi korban bencana alam," kata Agus Salim, Kamis, 7 Maret 2019.

    Untuk wilayah Balaroa, TPS akan dibangun di lokasi hunian sementara (huntara). Sementara, untuk wilayah Petobo, tidak ada masalah, sebab lokasi TPS berada dalam satu wilayah sehingga tidak perlu menggunakan formulir A5.

    Mereka bisa menyalurkan aspirasi politik pada pemilu serentak 17 April 2019 di TPS yang ada di sekitarnya.

    Meski banyak warga Kota Palu terdampak bencana alam gempa, tsunami dan likuifaksi, namun rata-rata warga di sana tetap menyatakan ikut memilih dan tidak akan golput. "Itu disampaikan langsung kepada kami maupun relawan demokrasi ketika turun menemui para korban di lokasi-lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Palu," kata Agus Salim.

    Berdasarkan data yang ada di KPU Kota Palu, jumlah pemilih di DPT sekarang sebanyak 217.957 orang yang tersebar di 46 kelurahan di delapan kecamatan.

    Sedangkan jumlah TPS pemilu serentak di Ibu Kota Provinsi Sulteng ini sebanyak 1.075 TPS, termasuk di antaranya beberapa TPS khusus yang disiapkan di Lapas Petobo dan Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu.

    Baca: Likuifaksi di Petobo, BNPB: 2.050 Rumah Terdampak

    Agus Salim berharap masyarakat menyalurkan aspirasi politik dengan mendatangi TPS di wilayah masing-masing pada 17 April 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.