Caleg Milenial di Jawa Timur, Berikut Beberapa di Antaranya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. phillipsandco.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. phillipsandco.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 109 calon legislator di daerah pemilihan Jawa Timur 4 bersaing mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat RI. Ada delapan kursi yang disediakan untuk caleg dari dapil Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember ini. 

    Tujuh dari delapan inkumben di dapil ini kembali maju. Salah satunya Bambang Haryadi yang diusung Partai Gerindra. Pria kelahiran Jember, 20 Agustus 1979, mengatakan masa kampanyenya sebenarnya dihitung sejak dia menjadi anggota dewan pada 2014. “Ini ajang pertaruhan penilaian masyarakat terhadap kinerja kami selama ini,” ucapnya saat dihubungi, Ahad, 3 Maret 2019.

    Baca: Surya Paloh: Di NasDem, Jokowi Lebih Penting ...

    Menurut dia, jika masyarakat menilai caleg inkumben tertentu tidak baik, pasti mereka akan menghukum di pemilu tahun ini dengan cara tidak memilihnya. “Kami tidak bisa menjanjikan secara  berlebihan karena ukuran kami adalah penilaian terhadap kami.” 

    Bambang menawarkan dirinya sebagai wakil anak-anak muda. “Pemilih milenial cukup besar dan jadi perebutan di semua kompetisi pemilihan umum.”

    Dia menjelaskan data Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, pemilih muda atau berusia 17-35 tahun berkisar 35 persen dari total pemilih. Persentase ini juga hampir sama dengan daerah pemilihan di provinsi ini. “Hampir semua partai ada wakil anak muda dan mereka gesit.”

    Baca: KPU: Memilih di Daerah Lain Tak Bisa Mencoblos Caleg DPRD

    Dia mencontohkan di Partai Nasdem ada caleg inkumben Lathifa Marina Al Anshori, Perindo mengusung Danang Sangga Buwana, mantan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia. Ada juga Amanda Septiany Calista dari Partai Golkar serta Rizky Putra Yudhapradana sarjana hukum dari Partai Berkarya.

    Para caleg, kata Bambang, dimudahkan dan tidak mengeluarkan biaya besar dengan aktif di sosial media. “Cukup efektif mengurangi biaya untuk meningkatkan popularitas.” Meski demikian, bersosialisasi langsung dengan masyarakat tetap jadi aktivitas kampanye utamanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.