Tjahjo Kumolo Sebut Tahapan Penghitungan Suara Bisa Rawan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses penghitungan suara di TPS 141, Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta, 19 April 2017. TEMPO/Irsyan Hasyim (magang)

    Proses penghitungan suara di TPS 141, Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta, 19 April 2017. TEMPO/Irsyan Hasyim (magang)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan kunci kerawanan pemilu serentak 2019 adalah di tahapan penghitungan suara. Sebab pada fase ini setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah harus menuntaskan pekerjaannya pada pukul 23-24.00.

    Menurut perkiraan, dalam proses pencoblosan setiap pemilih memerlukan waktu 11 menit.  "Itu saya (kira) kunci kerawanan termasuk penghitungan suara," kata Tjahjo usai menghadiri Rakor Kadiv Propam Polri dan Rakortek POM TNI se-Indonesia, di Jakarta, Senin, 25/02.

    Namun Tjahjo Kumolo mewanti-mwanti, semua akan teratasi  jika  setiap tahapan dilakukan sesuai PKPU yang sudah dibuat.

    Sedangkan untuk daerah rawan, kata Tjahjo, Kemendagri telah melakukan pemetaan dan Papua harus menjadi perhatian. "Kalau Kemendagri, area yang rawan itu masih di Papua karena Papua menggunakan sistem noken, disebabkan kondisi geografis," kata dia.

    ""Dengan sistem apapun, toh di pegunungan masih noken sistem yang demokratis,” kata Tjahjo. Sebab dengan system itu siapa yang mewakili warganya bisa dihitung dengan detail.

    Ada pun untuk menekan angka Golput, Tjahjo berharap semua elemen bangsa, termasuk TNI-Polri dan ASN, bisa melakukan sosialisasi agar masyarakat sadar untuk menggunakan hak pilihnya secara demokratis.

    "Peran Polri dan TNI dalam menyosialisasikan penggunaan hak pilih akan efektif karena mereka mengetahui kondisi di daerah masing-masing," tutur Tjahjo.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.