KPU Bantul Distribusikan Kotak Suara Tiga Hari Menjelang Pemilu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja bersiap merakit kotak suara di gudang penyimpanan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin 4 Februari 2019. KPU Kabupaten Batang menargetkan perakitan kotak suara sebanyak 12.775 unit selama sekitar 6-8 hari dengan mempekerjakan warga sekitar sebanyak 10 orang per hari. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Seorang pekerja bersiap merakit kotak suara di gudang penyimpanan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin 4 Februari 2019. KPU Kabupaten Batang menargetkan perakitan kotak suara sebanyak 12.775 unit selama sekitar 6-8 hari dengan mempekerjakan warga sekitar sebanyak 10 orang per hari. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana mendistribusikan kotak suara dan logistik pemilu lainnya ke semua tempat pemungutan suara (TPS) pada hari ketiga menjelang pemungutan suara 17 April 2019.

    Baca: Kotak Suara Kardus untuk Memilih Politikus

    "Karena ini (kotak suara) jumlahnya banyak, kita merencanakan distribusi itu dalam tiga hari, kalau biasanya (tahun 2014) selama dua hari, namun simulasi kita selama tiga hari," kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Jumat, 22 Februari 2019.

    Menurut Didik, sebanyak 15.200 kotak suara untuk lima jenis pemilihan pada Pemilu 2019 mulai didistribusikan pada 14 April 2019. Targetnya pada 16 April 2019, semua sudah terdistribusi ke semua TPS. KPU Bantul menyiapkan 3.040 TPS yang tersebar di 75 desa. Setiap TPS akan mendapatkan lima kotak suara masing-masing kotak suara pemilihan anggota DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR, DPD serta presiden dan wakil presiden.

    "Pertimbangan kami (distribusi dalam tiga hari) karena dua hal, yang pertama jumlah TPS Pemilu 2019 yang meningkat signifikan, kalau pemilu 2014 itu sebanyak 2.293 TPS, namun yang sekarang 3.040 TPS," katanya.

    Baca: Mahfud MD: Ada Gerakan Ingin Gagalkan Pemilu

    Selain itu, Didik mengatakan, faktor kedua adalah jumlah kotak suara yang juga bertambah akibat pelaksanaan pemilu serentak, sehingga kondisi ini berpengaruh terhadap proses pengangkutan melalui transportasi darat.

    "Kalau dulu dalam sehari untuk distribusi kotak suara cukup memakai empat kendaraan, sekarang harus menerjunkan lima kendaraan. Jadi kita estimasikan selama tiga hari, lebih lama dari tahun lalu," katanya.

    Alasan lain, Didik tidak ingin pelaksanaan distribusi logistik tergesa-gesa. "Selain itu, kita memberikan kesempatan juga, kalau tiga hari terakhir biar tidak 'kemrungsung' (terburu-buru) tidak sampai malam untuk mengantar kotak suara ke TPS-nya itu," katanya.

    Ia mengatakan, saat ini tahapan yang sedang dilakukan KPU adalah perakitan kotak suara di empat gudang. Tahapan ini diupayakan selesai pada akhir Februari, setelah itu baru masuk tahapan sortir dan lipat surat suara.

    Baca: KPU Madiun Mulai Rakit Kotak Suara Pemilu, Dibutuhkan 12.990 Unit

    Proses sortir dan lipat surat suara di lokasi gudang masing-masing, setelah itu pengemasan surat suara ke kotak suara juga dilakukan di gudang, kemudian distribusi. Distribusi ini dilakukan dari gudang masing-masing," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.