Bawaslu Ingatkan Perusahaan Perkebunan Tak Halangi Hak Karyawan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja dengan dikawal polisi bersenjata menurunkan dus berisi surat suara Pemilu dari truk yang baru datang dari percetakan di Gudang KPU Kota Serang, Banten, Jumat, 8 Februari 2019. KPU setempat menerima 944 dus yang masing-masing berisi 500 lembar surat suara Pemilu Legislatif yang dikirim dari percetakan. ANTARA

    Pekerja dengan dikawal polisi bersenjata menurunkan dus berisi surat suara Pemilu dari truk yang baru datang dari percetakan di Gudang KPU Kota Serang, Banten, Jumat, 8 Februari 2019. KPU setempat menerima 944 dus yang masing-masing berisi 500 lembar surat suara Pemilu Legislatif yang dikirim dari percetakan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkayang, Kalimantan Barat, berkirim surat ke perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kerja setempat agar tidak menghalangi karyawan menyalurkan hak pilih dalam Pemilu, 17 April 2019 mendatang.

    "Surat dikirim melalui penyelenggara Pemilu di setiap kecamatan daerah setempat," ujar Koordinator Divisi Pengawasan, hubungan masyarakat, dan hubungan antarlembaga Bawaslu Bengkayang, Yopi Cahyono di Bengkayang, Senin, 11/1.  Berdasarkan data yang dimiliki Bawaslu, saat ini terdata ada 35 perusahaan yang kebanyakan bergerak di sektor perkebunan.

    "Dari 35 perusahaan itu ada sekitar lima ribuan orang bekerja di sana," kata dia. Karyawan yang bekerja di perusahaan perkebunan kebanyakan berasal dari luar Kalbar, yakni dari Pulau Jawa, NTT, dan NTB.

    Bawaslu mengirim surat tersebut karena meskipun hari pencoblosan kian dekat, belum ada laporan para karyawan yang mengusulkan pindah memilih. "Kita menyayangkan meski (selama ini) sudah disosialisasikan,” kata Yopi. Dia menegaskan pengiriman surat itu juga untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan memberikan hak politik kepada setiap warga negara pada Pemilu 2019.

    Bawaslu Kabupaten Bengkayang akan menindak tegas perusahaan yang menghalangi atau masih mempekerjakan karyawannya saat hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.  "Sanksi tegas (diberikan) sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.