KPU: Golput Hanya Keren di Masa Orde Baru

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata kotak suara kardus di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Cibeurem, Jawa Barat, Jumat 1 Februari 2019. KPU Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan logistik Pemilu 2019 sudah mencapai 90 persen, diantaranya dengan 10.410 kotak suara dan 4.325 bilik suara yang telah tersedia untuk nantinya didistribusikan ke 2.063 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 10 kecamatan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/

    Pekerja menata kotak suara kardus di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Cibeurem, Jawa Barat, Jumat 1 Februari 2019. KPU Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan logistik Pemilu 2019 sudah mencapai 90 persen, diantaranya dengan 10.410 kotak suara dan 4.325 bilik suara yang telah tersedia untuk nantinya didistribusikan ke 2.063 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 10 kecamatan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau warga tidak golput pada hari pencoblosan, 17 April mendatang. Komisioner KPU, Viryan Azis mengatakan saat ini masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih yang harus benar-benar dimanfaatkan.

    "Golput itu memang hak, tetapi sudah tak keren. Kerennya itu golput di Orde Baru," ujar Viryan di kantor KPU, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca juga: Buya Syafii dan Mahfud MD Sebut Golput Merugikan

     

    Menurut Viryan, golput yang merupakan akronim dari golongan putih pada masa Orde Baru disebabkan banyaknya manipulasi hasil pemilu. Untuk saat ini, kata dia, tak ada lagi manipulasi-manipulasi hasil pemilu yang membuat orang memilih golput.

    "Kalau sekarang apa yang mau di golput kan? setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya. Tidak ada intimidasi," katanya.

    Viryan mengatakan golput hanya akan membuat masyarakat merasa rugi. Sebab masyarakat memiliki peran untuk menentukan siapa yang menjadi penentu nasib negara dalam lima tahun ke depan. "Sekarang nasib mereka ditentukan oleh kita. Setelah pemilu, selama lima tahun, nasib kita yang ditentukan mereka."

    Pemilu akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019. Pemilu tahun ini dilakukan secara serentak yakni dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden, serta calon anggota DPR, DPRD, dan anggota DPD.

    Nantinya, masyarakat akan mendapat lima kertas suara. Yakni untuk memilih capres-cawapres, calon anggota DPR RI, calon anggota DRPD Provinsi, calon anggota DPRD Kabupaten Kota, serta calon anggota DPD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.