Caleg Jawa Barat Dapil VIII, Mereka Berpotensi Gusur Petahana

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • H Nurul Qomar. TEMPO/ Agung Pambudhy

    H Nurul Qomar. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Indo Consulting Network (ICN) merilis sejumlah nama calon legislator baru yang berpotensi menggeser para inkumben di daerah pemilihan Jawa Barat VIII. Salah caleg Jawa Barat yang memiliki popularitas tinggi adalah Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Anggawira, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

    Berita terkait

    Mengenal Caleg Jawa Barat Daerah Pemilihan Kota Bogor

    Sengit, 94 Caleg Jawa Barat Dapil IV Berebut Kursi DPR

    Mengenal Caleg Jawa Barat Dapil Kota Bekasi

    “(Anggawira) menempati urutan pertama dengan popularitas 2,6 persen. Bukan tak mungkin kuda hitam yang akan memenangi dapil Jawa Barat VIII,” kata Direktur ICN, Wisnu Sentosa, Senin lalu. Survei ICN hanya dilakukan terhadap calon pemilih di wilayah Jawa Barat VIII.

    Caleg Jawa barat lain di Dapil VIII yang berpotensi meraup suara adalah mantan Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh dan komedian Nurul Qomar, yang maju melalui Partai NasDem.Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi istrinya Netty Prasetyani melakukan vaksin Difteri di rumah dinas Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, 6 Januari 2018. Dalam kesempatan itu, Aher mengajak masyarakat untuk melakukan vaksin Difteri mengingat Jawa Barat merupakan salah satu daerah kejadian luar biasa (KLB) Difteri. ANTARA FOTO

    Selain Qomar, mantan peserta pemilihan kepala daerah Kabupaten Cirebon lainnya yang juga maju adalah Kalinga, yang popularitasnya mencapai 1,6 persen atau berada di bawah Anggawira dan Kardaya. Lalu ada politisi PKs Netty Prasetyani, isteri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

    Netty mengklaim hanya menjalankan tugas yang diberikan PKS untuk bertarung di Jawa Barat VIII. Selain itu, menurut dia, dapil Jawa Barat VIII menjadi wilayah yang jarang tersentuh karena jauh dari pusat pemerintahan provinsi di Bandung. “Saya ingin memastikan adanya perkembangan kesejahteraan yang sama,” kata Netty.

    Penelitian ini mengambil sampel 800 responden dengan variasi umur, tingkat pendidikan, dan profesi. Wisnu mengklaim, hasil surveinya memiliki margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 96,5 persen.

    Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan 150 nama dalam daftar calon tetap pemilihan legislatif 2019 di Jawa Barat VIII, yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Sebanyak 11 dari 16 partai politik masing-masing mengirimkan sembilan kadernya sebagai calon.

    Dua partai mengirimkan delapan nama, yaitu Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo, disusul Partai Hanura empat nama, serta Partai Garuda dan Partai Kesatuan Persatuan Indonesia masing-masing dua nama.

    Berdasarkan data tersebut, ada delapan dari sembilan nama inkumben yang kembali maju. Mereka adalah Dedi Wahidi dari Partai Kebangkitan Bangsa, Yosep Umar Hadi dan Ono Surono dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dave Akbarshah Laksono dan Daniel Mutaqien Syaiefuddin dari Partai Golkar, Kardaya Warnika dari Partai Gerindra, Herman Khaeron dari Partai Demokrat, serta Sudiro Asno dari Partai Hanura.  

    Satu-satunya inkumben yang tak maju sebagai caleg Jawa Barat adalah Mahfud Sidik dari Partai Keadilan Sejahtera. Posisi Mahfud diisi politikus senior PKS, Netty Prasetiyani.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Istilah Unicorn yang Disebut Jokowi Saat Debat Menghadapi Prabowo

    Unicorn yang disebut Jokowi, pada Debat Pilpres menghadapi Prabowo, mengacu pada empat start up, yaitu Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.