Ulama Depok Ajak Masyarakat untuk Tidak Golput dalam Pemilu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjuk rasa membentangkan poster Anti Golput saat aksi unjuk rasa

    Seorang pengunjuk rasa membentangkan poster Anti Golput saat aksi unjuk rasa "Anti Golput" di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (13/3). ANTARA/Rezza Estil

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ulama di Kota Depok Jawa Barat mengajak masyarakat untuk tidak golput dan tetap menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu yang digelar pada 17 April 2019. "Di pengajian-pengajian, kita menyampaikan dan menganjurkan kepada masyarakat agar jangan golput," kata Ustadz Mahari Elmada di Depok, Sabtu, 2/2.

    Seruan anti golput itu dilakukan karena pemilu ini sangat strategis menyangkut keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Makanya setiap warga negara, kami imbau untuk ikut serta menyalurkan suaranya di pemilu 2019 nanti. Insya Allah masyarakat akan memilihnya di pemilu nanti," kat Mahari.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk memilih wakil rakyat di DPR yang benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat dan umat muslim.  

    Ajakan untuk tidka menjadi golput juga dismapaikan Direktur Eksekutif We The Youth, Ratu Dyah Ayu Widyaswari. Dia menjelaskan kerugian jika seseorang tidak menggunakan hak pilihnya atau memutuskan golput dalam Pemilu. "Bila suaranya tidak digunakan, maka suara ini berpeluang dimanfaatkan orang lain," tutur Widy di Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.

    Data We The Youth menunjukkan pada Pemilu 2014 terdaat 24,89 persen pemilih yang memutuskan golput. Pada Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum mencatat jumlah pemilih tetap yang berusia di bawah 20 tahun sebanyak 17,5 juta jiwa, dan pemilih yang berusia 21 sampai 30 tahun sebanyak 42,84 juta jiwa.

    Jika ditotal maka jumlah pemilih dengan usia kurang dari 20 tahun dan 21 - 30 tahun mencapai 60,34 juta jiwa. Adapun total jumlah pemilih tetap untuk Pemilu 2019 sebanyak 192 juta jiwa. Artinya, 31,4 persen pemilih pada Pemilu 2019 adalah anak muda.

    "Karena itu kami mendorong anak muda untuk ikut menyuarakan pilihannya karena hasilnya menentukan masa depan mereka," kata Widy. Kampanye "100 Persen Indonesia Nyoblos" ini juga didukungan oleh sejumlah figur publik, di antaranya Najwa Shihab, Citra Scholastika, Reza Rahadian, Surya Sahetapy, dan lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.