Survei Y-Publica: Isu Tolak Poligami Mengerek Elektabilitas PSI

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Klarifikasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait kebohongan award di Kantor PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Klarifikasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait kebohongan award di Kantor PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta-Hasil sigi lembaga Y-Publica menunjukkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terdongkrak karena sikap politiknya menolak poligami. Menurut Y-Publica sejak menyatakan sikap menolak praktik poligami pada Desember 2018, elektabilitas PSI naik 0,3 persen.

    "Berdasarkan hasil survei Y-Publica yang dirilis pada pertengahan Januari ini, elektabilitas PSI bertengger di angka 2,9. Sementara pada survei November-Desember 2018, PSI mendapat 2,6 persen," Direktur Y-Publica Rudi Hartono di bilangan Menteng, Jakarta pada Senin, 14 Januari 2019.

    Baca:  PSI Anti Poligami, Komnas Perempuan Bilang Begini

    Menurut Rudi elektabilitas PSI naik karena sukses memainkan strategi diferensiasi yang ideologis. Dengan mengusung isu politik yang ideologis, seperti penolakan peraturan daerah berbasis agama dan poligami, kata dia, PSI sedang memainkan strategi diferensiasi atau pembeda yang ideologis.

    "Strategi itu membawa keuntungan ganda bagi PSI. Pertama, karena isu yang dilontarkan kontroversial. Kedua, karena segmen tertentu dari pemilih, terutama yang rasional dan ideologis, akan terseret oleh kampanye PSI,” ujar dia.

    Simak:  MUI: PSI dan Komnas Perempuan Cari Ribut soal Poligami

    Rudi mencontohkan, dalam isu penolakan terhadap poligami, PSI mendapat simpati dari banyak perempuan, kelompok liberal, kelas menengah terdidik, sebagian kaum moderat, dan anak-anak muda berpikiran progresif. "Dalam survei yang kami temukan, mayoritas perempuan menentang poligami. Ini basis potensial untuk dukungan elektoral bagi PSI,” ujar dia.

    Strategi agak mirip, ujar Rudi, juga dipraktekkan oleh partai Berkarya. Partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu gencar dan terang-terangan mendefenisikan diri sebagai pewaris Orde Baru. "Dengan jualan Orde Baru, Partai Berkarya berharap bisa menyeret orang-orang yang masih menyimpan rindu akan Orde Baru. Apalagi Golkar dan partai sempalannya meninggalkan narasi ini,” ujar Rudi.

    Lihat:  Soal Instruksi Selamat Natal, PSI: Banyak Keluhan Kawan Kristiani

    Dalam survei Y-Publica elektabilitas Partai Berkarya naik tipis dari 0,8 persen di survei November-Desember 2018 menjadi 0,9 persen di survei terbaru.

    Y-Publica mengadakan survei pada 26 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan alias margin of error dalam survei ini sebesar +/- 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.