5 Poin Pidato Megawati HUT PDIP: Alih Generasi - Kader Karbitan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, berpidato dalam acara ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar acara perayaan hari ulang tahun ke-46 sekaligus rapat koordinasi nasional atau Rakornas pada Kamis, 10 Januari 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum menyampaikan langsung pidato politiknya dihadapan ribuan kader yang hadir. Berikut poin-poin pidato Megawati:

    Baca: Megawati Minta Kader PDIP Bersiap Alih Generasi 2024

    1. Tak Ingin Partai Diisi Kader Karbitan

    Pengalaman 46 tahun dan 10 tahun di luar pemerintahan, ujar Megawati, tak membuat partai ini memilih jalan pintas. "PDI Perjuangan tidak terapkan strategi “asal comot calon legislator”. Meskipun terbuka, tetapi saya tidak ingin partai ini diisi oleh kader karbitan atau orang yang mendadak kader pada saat Pemilu," ujar Megawati.

    Sebab, ujar dia, partai bukan kendaraan lompatan kekuasaan dan enggan terseret dalam fenomena pragmatisme politik. "Siapa pun yang lebih mementingkan diri dan kelompoknya, sudah pasti akan alami seleksi ideologi. Secara alamiah ideologis, mereka akan menyingkir atau tersingkirkan dari PDI Perjuangan," ujar dia.

    2. Ingatkan Kader Bergerak Menangkan Pilpres

    Megawati mengingatkan kadernya bahwa pemilu tinggal sebentar lagi. "Waktu kita singkat, hanya 97 hari menuju 17 April 2019. Bergeraklah untuk semua cita-cita membumikan Pancasila. Partai ini harus menang. Pak Jokowi harus terpilih lagi sebagai Presiden," ujar Megawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.