Ira Koesno Tanggapi Tudingan Tak Kredibel Jadi Moderator Debat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 32_TAMU_IraKoesno

    32_TAMU_IraKoesno

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter berita senior Ira Koesno menjawab tudingan terkait kredibilitasnya sebagai moderator debat capres pertama Pilpres 2019. Menurut Ira, dia lebih memilih tak menanggapi saat isu tersebut sedang berkembang di publik.

    Baca juga: Ira Koesno Enggan Komentar Soal Jadi Moderator Debat Capres

    "Bukan saya tak menganggap itu sesuatu yang penting, tetapi saya tak mau memancing polemik yang lebih besar," ujar Ira setelah rapat dengan Komisi Pemilihan Umum di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

    Ira Koesno merupakan jurnalis senior di Indonesia. Perempuan bernama lengkap Dwi Noviratri Koesno ini pernah menjadi anchor di stasiun televisi Surca Citra Televisi (SCTV). Dia akan menjadi moderator bersama Imam Priyono dalam debat capres bertemakan isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme di Hotel Bidakara, Jakarta.

    Terpilihnya Ira Koesno menjadi moderator debat capres pertama yang akan diselenggarakan 17 Januari mendatang memicu kontroversi. Perempuan yang genap berusia 50 tahun pada tahun depan ini disebut memiliki rekam jejak yang kurang baik sebagai moderator.

    Ira mengatakan, saat pemilihan dirinya menjadi moderator memicu kontroversi, dia lebih memilih menahan diri untuk tak berkomentar. Saat itu, dirinya lebih banyak memonitor isu yang tengah berkembang di publik ini. "Saya juga melihat situasi," katanya.

    Baca juga: Jadi Moderator Debat Pilpres, Begini Kontroversi Ira Koesno

    Menurut Ira, isu kontroversi dirinya sebagai moderator ini memang sempat berkembang. Namun, ucap dia, isu itu kemudian tak semakin besar. "Kalau itu secara terus membesar berarti saya harus lakukan sesuatu. Tapi kalau kemudian itu itu ternyata menurun atau biasa saja berarti tidak usah harus masuk ke sana," ucapnya.

    Di sisi lain, Ira Koesno menilai pro dan kontra tentang penunjukan dirinya sebagai moderator debat ini merupakan hal yang wajar. Meski demikian, dia tetap menegaskan akan bersikap netral sebagai moderator debat pertama Pilpres 2019 ini. "Selalu ada pro dan kontra ya. Kita tak bisa membuat semua orang suka kepada kita," kata dia.

    Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan rekam jejak kurang baik dari Ira Kusno pernah terjadi pada debat Pilkada DKI. Dia menilai Ira pernah berlaku tak adil dalam debat tahun 2017 tersebut.

    "Dia melakukan apa yang bukan tugasnya sebagai moderator. Dia seperti ditugaskan untuk memberi kesan negatif pada salah satu paslon," kata Andi dalam keterangan tertulis, 29 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    3 Calon Ketua Umum PPP Pengganti Romahurmuziy yang Ditangkap KPK

    Partai Persatuan Pembangunan menggelar musyawarah kerja nasional di Bogor, 20 Maret 2019. Hal itu dilakukan untuk mencari pengganti Romahurmurziy