ICW Rilis Daftar 40 Caleg Eks Napi Korupsi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz. Dok.TEMPO/Dasril Roszandi

    Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz. Dok.TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis 40 nama calon anggota legislatif bekas narapidana korupsi yang mengikuti Pemilihan Umum 2019. ICW merilis nama-nama caleg eks napi korupsi tersebut melalui akun Twitter-nya @antikorupsi, pada Sabtu, 5 Januari 2019.

    Baca: ICW Dorong Pembentukan UU Larang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

    "Sebanyak 40 caleg mantan napi korupsi yang sedang berlaga mendapatkan bangku wakil rakyat. Catat ya tweeps! #koruptorkoknyaleg," seperti dikutip dari keterangan dalam cuitan ICW.

    Dalam daftar nama yang telah dikonfirmasi ke Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, 40 caleg mantan napi korupsi itu berasal dari 11 partai. Mereka mengikuti pencalonan untuk anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota maupun DPD. Berikut adalah daftarnya.

    Partai Golkar
    Hamid Usman, DPRD Maluku Utara
    Desy Yusandi, DPRD Banten
    Agus Mulyadi R, DPRD Banten
    Heri Baelanu, DPRD Pandeglang
    Dede Widarso, DPRD Pandeglang
    Saiful T Lami, DPRD Tojo Una-Una
    Edy Muklison, DPRD Blitar

    Partai Gerindra
    Mohamad Taufik, DPRD DKI
    Herry Jones Kere, DPRD Sulawesi Utara
    Husen Kausaha, DPRD Maluku Utara
    Al Hajar Syahyan, DPRD Tanggamus
    Ferizal, DPRD Belitung Timur
    Mirhammuddin, DPRD Belitung Timur

    Partai Hanura
    Midasir, DPRD Jawa Tengah
    Welhelmus Tahalele, DPRD Maluku Utara
    Akhmad Ibrahim, DPRD Maluku Utara
    Warsit, DPRD Blora
    Moh Nur Hasan, DPRD Rembang

    Partai Amanat Nasional (PAN)
    Abdul Fattah, DPRD Jambi
    Masri, DPRD Belitung Timur
    Muhammad Afrizal, DPRD Lingga
    Bahri Syamsu Arief, DPRD Cilegon

    Partai Demokrat
    Jones Khan, DPRD Pagar Alam
    Jhony Husban, DPRD Cilegon
    Syamsudin, DPRD Lombok Tengah
    Darmawaty Dareho, DPRD Manado

    Partai Berkarya
    Meike Nangka, DPRD Sulawesi Utara
    Arief Armaiyn, DPRD Maluku Utara
    Yohanes Marianus Koa, DPRD Ende

    Partai Perindo
    Samuel Buntuang, DPRD Gorontalo
    Zukfikri, DPRD Pagar Alam

    Partai Bulan Bintang (PBB)
    Nasrullah Hamka, DPRD Jambi

    Partai Garuda
    Yulius Dakhi, DPRD Nias Selatan
    Ariston Moho, DPRD Nias Selatan

    Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
    Maksum DG Mannassa, DPRD Mamuju

    Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
    Matius Tungka, DPRD Poso
    Joni Cornelius Tondok, DPRD Toraja Utara

    Caleg DPD eks koruptor:
    Syahrul Kui Damapoli, DPD Sulawesi Utara
    Abdullah Puteh, DPD Aceh
    Abdillah, DPD Sumatera Utara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.